100 Hari Pasca Banjir, ISNU Aceh Salurkan Bantuan Lebaran untuk Pengurus dan Warga Terdampak di Aceh Tamiang

Senin, 16 Maret 2026

770

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber gambar: Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Aceh menyalurkan paket Lebaran kepada pengurus Pimpinan Cabang (PC) ISNU Kabupaten Aceh Tamiang.

Menjelang Lebaran 2026, solidaritas terhadap penyintas banjir di Aceh Tamiang kembali mengalir. Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Aceh menyalurkan paket bantuan Lebaran kepada pengurus Pimpinan Cabang (PC) ISNU Kabupaten Aceh Tamiang yang turut terdampak banjir, Jumat, 13 Maret 2026.
Bantuan tersebut berupa uang tunai, paket sembako, serta sejumlah perlengkapan kebutuhan lainnya. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Sekretaris PW ISNU Aceh, Rahmad Syah Putra, didampingi Bendahara PW ISNU Aceh. Bantuan diterima oleh Ketua PC ISNU Aceh Tamiang, Muhammad Mabrur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Sekretaris PC ISNU Aceh Besar Syauqi Fadhlil Khalid, Sekretaris PC ISNU Kota Langsa Muttaqin, serta Bendahara Iskandar.

Rahmad mengatakan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas organisasi terhadap para pengurus ISNU di daerah yang masih menghadapi dampak bencana.

“Bantuan ini kami harapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita menjelang Lebaran, khususnya pengurus ISNU di Aceh Tamiang yang juga menjadi bagian dari masyarakat terdampak,” ujar Rahmad dalam keterangannya.

Ia menambahkan, setelah meninjau langsung kondisi di lapangan, sebagian warga masih menghadapi berbagai keterbatasan meskipun bencana banjir telah berlalu beberapa bulan.

“Setelah kami melihat langsung kondisi di Aceh Tamiang, masih banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan, baik dari sisi pemulihan ekonomi maupun pemenuhan kebutuhan dasar. Karena itu, solidaritas dari berbagai pihak masih sangat dibutuhkan,” katanya.

Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025 meninggalkan dampak yang tidak ringan bagi masyarakat. Hingga pertengahan Maret 2026, atau lebih dari 100 hari sejak bencana terjadi, ribuan warga di Aceh Tamiang dan wilayah terdampak lainnya masih bertahan di pengungsian maupun hunian sementara.

Sejak bencana terjadi, PW ISNU Aceh telah melakukan berbagai kegiatan bantuan kemanusiaan. Selain menyalurkan bantuan kebutuhan pokok, organisasi ini juga menyalurkan wakaf Al-Qur’an, buku Iqra, dan buku-buku agama ke sejumlah wilayah terdampak.

Tak hanya itu, santunan bagi anak yatim serta bantuan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa korban banjir juga disalurkan melalui dukungan Pengurus Pusat ISNU. PW ISNU Aceh juga menyalurkan bantuan donasi bagi penyintas banjir melalui kerja sama dengan Asar Humanity dan Abcary Cendekia.

Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, ISNU Aceh juga mendorong percepatan pemulihan ekonomi serta pembangunan infrastruktur di wilayah terdampak agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara layak.

Lebih dari sekadar bantuan simbolis menjelang hari raya, langkah ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan komitmen jangka panjang serta keterlibatan berbagai pihak agar para penyintas dapat benar-benar bangkit dari dampak bencana.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait