Festival Komunitas Provinsi Lampung: Ajak Anak Daerah Melek Digital dalam Menunjang Karir

Senin, 02 Desember 2024

4295

Pengunggah: Fathiyyah Azizah

gambar-utama
Foto: Sesi Talkshow Festival Komunitas Provinsi Lampung (istimewa).

Community – Dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, generasi muda ditetapkan sebagai ujung tombak pembangunan, terutama di era dominasi digital.

Youtz Community Hub menangkap semangat ini dengan menggelar Festival Komunitas Lampung 2024, sebuah ajang diskusi dan edukasi bertema “Indonesia Emas 2045 dan Dominasi Digital: Menyingkap Potensi Karir Bagi Anak Muda”.

Acara yang diadakan secara daring pada Minggu (30/11) ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta.

Sesi talk show menghadirkan sejumlah tokoh inspiratif yang berbagi pandangan dan strategi untuk mendorong anak muda agar aktif berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Pemimpin Redaksi Youtz Media, Faruq Bytheway, menekankan peran media dalam menyediakan informasi dan edukasi yang relevan bagi generasi muda.

“Media harus aktif memberikan konten inspiratif, seperti kisah sukses dan tips karir. Kolaborasi dengan pemerintah penting agar anak muda memahami peluang yang ada,” ujar Faruq.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Youtz Media telah memproduksi berbagai konten edukatif, seperti podcast tentang kisah inspiratif, video pengembangan karir di YouTube, serta artikel yang menyoroti peluang di era digital.

“Kami ingin mendorong anak muda untuk bermimpi besar dan menjadi penggerak perubahan di masyarakat,” tambahnya.

Di sisi lain, Eva Zuriat Elnova, guru sekaligus kreator konten muslimah, menyoroti pentingnya peran perempuan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Perempuan memiliki tanggung jawab besar, tidak hanya sebagai pendidik generasi mendatang, tetapi juga sebagai pelaku utama di berbagai sektor, termasuk pemberdayaan ekonomi,” ungkap Eva.

Tak hanya itu, perempuan asli Provinsi Lampung itu juga mengingatkan anak muda agar memanfaatkan teknologi secara produktif.

“Media sosial adalah alat, bukan tujuan. Gunakan untuk mengeksplorasi potensi dan keluar dari zona nyaman,” ujarnya.

Faqih Difran Hanif, pendiri Bijak Obat, menekankan pentingnya sinergi antara teknologi digital dan sektor kesehatan.

“Anak muda harus menyadari bahwa sektor kesehatan adalah peluang besar. Dengan telemedicine, misalnya, layanan kesehatan bisa menjangkau pelosok negeri,” jelas Faqih.

Pemuda Berprestasi dari Kemenpora itu juga menekankan pentingnya keterampilan seperti kecerdasan emosional, kreativitas, kerja sama tim, dan ketangguhan mental.

“AI bisa mengolah data, tapi empati hanya dimiliki manusia. Kolaborasi tim dan ide-ide inovatif adalah kunci sukses,” katanya.

Kesepakatan dari para narasumber jelas: anak muda adalah elemen strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Dengan beradaptasi, berinovasi, dan berkontribusi, anak muda dapat membawa perubahan nyata bagi masyarakat.

“Mari jadikan visi ini sebagai momentum bersama untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” tutup Eva, mengajak seluruh peserta untuk bergerak bersama mewujudkan mimpi besar bangsa.

 

(Fat/Tia)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait