Dari Ide Jadi Karya, Indonesian Youth Film Festival 2026 Apresiasi Sineas Muda

Kamis, 10 September 2026

225

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Dokumentasi Kegiatan Indonesian Youth Film Festival 2026 di The Amani Palladium Theatre, LSPR Transpark Juanda Bekasi (5/9/2026).

LSPR Film, Television, and Videography Club (FTVC) menyelenggarakan Indonesian Youth Film Festival (IYFF) 2026 di The Amani Palladium Theatre, LSPR Transpark Juanda Bekasi, Sabtu (5/9/2026), sebagai ajang apresiasi sekaligus kompetisi film pendek nasional bagi generasi muda Indonesia untuk menyampaikan cerita dan isu sosial melalui karya film. 

Mengusung tagline “Karena Semua Karya Punya Cerita” dan tema “Social Struggles”, IYFF 2026 menghadirkan lebih dari 50 karya film pendek dari peserta tingkat SMA/SMK hingga universitas dari berbagai daerah di Indonesia.Lewat film-film yang diproduksi, para peserta mengangkat beragam persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Mulai dari kesehatan mental, tekanan sosial, ketidakadilan, hingga berbagai bentuk perjuangan yang dihadapi generasi muda menjadi cerita yang dihadirkan dalam festival ini. 

Lebih dari sekadar kompetisi, IYFF 2026 menjadi ruang bagi sineas muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menyampaikan pesan melalui medium film. Festival ini juga mendorong kolaborasi, membangun empati, dan menghadirkan perspektif baru terhadap berbagai persoalan sosial. 

Dari Cerita di Balik Layar hingga Malam Penghargaan 
Rangkaian IYFF 2026 diawali dengan Sharing Session bertajuk “Cerita di Balik Layar” bersama SMKN 6 Jakarta dan SMKS 1 Barunawati. Sesi tersebut membahas proses kreatif serta pengalaman dalam industri perfilman. Setelah itu, rangkaian festival berlanjut ke tahap pendaftaran karya, kurasi, penjurian, hingga screening film para finalis. Seluruh rangkaian kemudian ditutup melalui Awarding Night yang digelar pada 5 September 2026 di The Amani Palladium Theatre, LSPR Transpark Juanda Bekasi.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan LSPR Institute of Communication & Business, perwakilan organisasi mahasiswa, dewan juri, peserta finalis, serta tamu undangan lainnya. Proses penjurian melibatkan tiga profesional di bidang perfilman, yaitu Annisa Adjam, MA, Producer sekaligus Dosen Film di LSPR Institute of Communication & Business; Tisa TS, Penulis Skenario dan Produser Kreatif; serta Yusuf Jacka, Producer dan Filmmaker Sinemaku Pictures.

Daftar Karya yang Raih Penghargaan 

Setelah melalui proses penjurian, sejumlah karya berhasil meraih penghargaan dalam kategori SMA/SMK dan universitas.

Untuk kategori SMA/SMK, penghargaan yang diberikan meliputi:

  • Best Director: Sekali Saja — Yayasan Tangan Pengharapan
  • Best Scriptwriter: Hitam Putih — SMAN Tambun Selatan
  • Best Film: Kuripan — SMAN 2 Semarang

Sementara pada kategori Universitas, penghargaan diberikan kepada:

  • Best Director: Samsara — Politeknik Negeri Media Kreatif
  • Best Scriptwriter: Serate — Institut Seni Indonesia Yogyakarta
  • Best Actor: Karyaoke — Politeknik Negeri Media Kreatif
  • Best Actress: Puppet — Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta
  • Best Editor: Symphony — LSPR Institute of Communication and Business
  • Best Cinematography: Allegory of a Woman — UPN “Veteran” Jawa Timur
  • Best Film: Roll or Die — Politeknik Negeri Media Kreatif

Ketua Pelaksana Indonesian Youth Film Festival 2026, Felicia Malinda Dewi, mengatakan bahwa film memiliki kekuatan yang lebih besar dari sekadar menjadi media hiburan. 

“Kami percaya bahwa film memiliki kekuatan untuk lebih dari sekadar menghibur. Film mampu membangun empati, membuka sudut pandang baru, dan mengajak kita menjadi lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Melalui Indonesian Youth Film Festival 2026, kami berharap semakin banyak anak muda yang berani menyuarakan isu-isu sosial melalui kreativitas mereka.” 

Melalui penyelenggaraan IYFF 2026, LSPR FTVC berharap festival ini dapat terus menjadi ruang bagi generasi muda Indonesia untuk berkarya, berkolaborasi, sekaligus mengembangkan potensi mereka di industri kreatif dan perfilman. 

LSPR Film, Television and Videography Club (FTVC) merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di LSPR Institute of Communication & Business yang telah berdiri selama lebih dari 19 tahun. LSPR FTVC aktif dalam berbagai kegiatan produksi audiovisual, mulai dari film, program berita, hingga dokumentasi. 

Klub ini memiliki tiga program utama, yaitu Ngeroll, Xplore, dan Guess It, yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang produksi audiovisual, broadcasting, dan perfilman. Selain menjalankan kegiatan internal, LSPR FTVC juga terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi dengan komunitas internal maupun mitra eksternal.

Penulis : Radhwa

Editor : Nawwa

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait