Menelusuri Makna “Gala Bunga Matahari”, Karya Terbaru dari Sal Priadi

Kamis, 15 Agustus 2024

10600

Pengunggah: Wilna Liana Az Zahra

gambar-utama
Foto: Gala Bunga Matahari (Lirik Lagu Melayu).

Entertainment - Sobat Youtz, pernah nggak, sih kalian ngerasain rindu yang mendalam sama seseorang yang telah tiada? 

Nah, Sal Priadi, penyanyi Indonesia yang terkenal dengan lirik-lirik puitisnya, baru saja merilis video musik (MV) dari karya terbarunya berjudul “Gala Bunga Matahari”. 

Sehari setelah dirilis, MV ini langsung trending di berbagai platform dan itu bukanlah tanpa alasan. 

Sebuah Karya Penuh Makna

"Gala Bunga Matahari" bukan sekadar lagu biasa, Sobat Youtz. Lagu ini bercerita tentang kesedihan dan kerinduan yang mendalam kepada seseorang yang telah tiada.  

Melalui liriknya, Sal Priadi mengekspresikan keinginan untuk bisa bertemu kembali dengan orang yang dirindukannya, meskipun dalam bentuk yang berbeda. Bunga matahari digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan hal tersebut. 

Mungkinkah

Kau mampir hari ini

Bila tidak mirip kau jadilah bunga matahari

Yang tiba-tiba mekar di taman

Tak hanya itu, Sal Priadi juga menggambarkan proses adaptasi, berusaha untuk Ikhlas, dalam menghadapi kenyataan akan kepergian orang yang disayangi dan tetap mencoba untuk bertahan menjalani hidup, meski rindu masih terus ada setiap waktu.

Meski bicara dengan bahasa tumbuhan

Kan ku ceritakan padamu

Bagaimana hidupku tanpamu

Kangennya masih ada disetiap waktu

Kadang aku menangis bila aku perlu

Tapi aku sekarang sudah lebih lucu

Jadilah menyenangkan seperti katamu

Jalani hidup dengan penuh suka cita

Dan percaya kau ada dihatiku selamanya

MV yang Menghipnotis

MV yang dirilis pada 8 Agustus 2024 ini menghadirkan Gempita Nora Marten (Gempi), putri dari Gading Marten dan Gisella Anastasia, sebagai pemeran utama. 

Ini adalah debut akting Gempi, dan dia berhasil memerankan sosok yang tinggal di surga dengan sangat baik. 

Adegan demi adegan dalam MV ini penuh dengan simbolisme, mulai dari sungai susu hingga bunga matahari yang layu, yang menggambarkan kesedihan, kematian, dan kehidupan setelahnya.

MV ini nggak cuma menyentuh dari segi cerita, tapi juga visualnya yang keren banget. Sal Priadi dan tim memilih lokasi di Yogyakarta, tepatnya di Desa Wisata Potrobayan dan Gumuk Pasir Parangkusumo. 

Pemandangan alam yang indah ini bikin MV-nya makin terasa magis. Apalagi, ada adegan yang menggambarkan Gempi seolah-olah berada di bulan, yang bikin penonton makin terhanyut dalam videonya.

Sal Priadi kembali membuktikan bahwa ia adalah seorang maestro dalam menciptakan lagu-lagu penuh emosi. "Gala Bunga Matahari" berhasil menyentuh hati jutaan orang dan menjadi anthem bagi mereka yang sedang merindukan orang terkasih yang telah tiada. 

 Jadi, buat Sobat Youtz yang belum nonton, siapin tisu dulu, ya! Lagu dan MV ini bakal bikin kalian sedih abis.


(Wil/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait