Tagar #BoikotTrans7 Ramai, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Selasa, 14 Oktober 2025

2075

Pengunggah: Tiara De Silvanita

gambar-utama
Sumber: Instagram @santrikeren

Tagar #BoikotTrans7 mendadak ramai menjadi bahan perbincangan di media sosial, terutama di kalangan santri serta masyarakat pesantren. 

Tagar yang saat ini viral merupakan reaksi keras dan bentuk protes dari para santri dan masyarakat pesantren karena salah satu episode dari program XPOSE Uncensored yang judulnya dianggap provokatif: “Santrinya minum aja kudu jongkok, emang gini kehidupan di pondok?”

Cuplikan tayangan yang sudah tersebar luas di TikTok dan Instagram itu memancing amarah publik. Bukan hanya sekadar bentuk kemarahan secara emosional, namun respon moral terhadap sesuatu yang mereka nilai sebagai pelecehan terhadap simbol kehormatan keagamaan. 

Tayangan yang awalnya diduga sebagai bentuk kritik sosial justru dinilai menyudutkan kehidupan santri dan pesantren dengan narasi yang tidak sesuai serta memiliki potensi menimbulkan salah persepsi.

“Ternyata yang ngesot itulah yang dikasih amplop. Netizen pun curiga bahwa bisa jadi inilah sebabnya sebagian kiai makin kaya raya, mobilnya mewah hingga harga milyaran, sarungnya aja pun merek termahal yang harganya berkisar 400 ribuan hingga 12 jutaan rupiah gitu deh” 

Salah satu narasi yang ada dalam cuplikan video menggambarkan sosok kiai yang “kaya raya” justru menerima amplop dari umat atau santri yang harus sampai ngesot untuk bisa mencium tangan kiai. Hal inilah yang dianggap menuduh bahwa kekayaan kiai berasal dari pemberian umat - narasi ini menyinggung kehormatan dan integritas kiai. Selain itu, bagi sebagian orang dinilai merendahkan martabat ulama. 

Publik menilai tayangan tersebut sangat menyinggung ranah keagamaan. Narasi yang disampaikan dalam video dianggap merendahkan martabat tokoh agama dan santri, sehingga menimbulkan stereotip negatif terhadap dunia pesantren. 

Reaksi keras bermunculan. Tagar #BoikotTrans7 menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, disertai unggahan protes dari kalangan para santri serta alumni pesantren.

Salah satu unggahan instagram dari akun “Santri Melawan” mengunggah video dengan tulisan tegas, “BOIKOT!!! Trans7 yang telah menghina kiai dan santri.”

Persoalan yang menimpa Trans7 pasca tayangan program tersebut yang dianggap melecehkan KH Anwar Manshur, ulama sepuh Pondok Pesantren Lirboyo, membuka perbincangan serius terkait tanggung jawab moral serta etika media di tengah masyarakat religius seperti Indonesia.

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait