Temuan Evaluasi MBG, Satgas Cianjur Setop Sementara Dapur SPPG di Tiga Kecamatan

Sabtu, 31 Januari 2026

1065

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber: Peserta didik MAN Cianjur dirawat di RS yang diduga keracunan MBG

Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menghentikan sementara operasional tiga dapur mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Kadupandak, Pegelaran, dan Cikalongkulon. Langkah ini diambil menyusul insiden dugaan keracunan yang dialami sekitar 300 siswa penerima manfaat program MBG.

Wakil Ketua Satgas MBG Cianjur, Arif Purnawan, mengatakan penutupan sementara dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program. Penghentian operasional dapur akan berlangsung hingga hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) keluar.

“Tiga mitra penyedia MBG yang ditutup sementara yakni SPPG Sukagalih–Cikalongkulon, Sindangkerta 3–Pegelaran, dan Gandasari–Kadupandak. Saat ini investigasi difokuskan pada seluruh tahapan, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan makanan,” ujar Arif di Cianjur, Rabu yang dikutip dari antaranews.com

Ia menegaskan, tim dari Dinas Kesehatan Cianjur telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan teknis, termasuk pengambilan sampel sisa makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan. Apabila ditemukan kelalaian dalam penerapan prosedur, pengelola dapur akan diberikan edukasi dan pembinaan sebelum kembali diizinkan beroperasi.

Menurut Arif, selama ini sistem pengawasan dapur MBG sebenarnya telah dilakukan secara berlapis. Pengawasan melibatkan kepala dapur, tenaga ahli gizi, hingga Koordinator Kecamatan (Korcam). Namun demikian, evaluasi menyeluruh tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada celah yang berpotensi membahayakan penerima manfaat.

“Keselamatan siswa adalah prioritas utama. Jangan sampai kejadian serupa terulang. Karena itu, aspek edukasi dan penguatan prosedur bagi pengelola SPPG akan lebih ditekankan sebelum dapur kembali beroperasi,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 300 siswa di tiga kecamatan di Kabupaten Cianjur mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. Sebagian besar mengeluhkan pusing, mual, muntah, dan diare, baik saat masih berada di sekolah maupun setelah pulang ke rumah.

Para siswa tersebut sempat mendapatkan perawatan medis di puskesmas dan rumah sakit setempat sejak Selasa hingga Rabu pagi. Hingga kini, sebagian besar telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan kembali ke rumah, dengan tetap berada dalam pengawasan tenaga kesehatan.

Satgas MBG memastikan evaluasi ini menjadi momentum perbaikan agar program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan dengan aman, berkualitas, dan benar-benar memberi manfaat bagi tumbuh kembang anak-anak sekolah.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait