Rahayu Oktaviani Raih Penghargaan Whitley Award 2025, Berkat Lestarikan Owa Jawa
Kamis, 08 Mei 2025
Pengunggah: Redaksi
Inspirational - Tak banyak yang menjadikan suara alam sebagai panggilan hidup. Tapi Rahayu Oktaviani memilih jalan itu. Selain dikenal sebagai perempuan pecinta satwa. Ayu, sapaan akrabnya juga dikenal sebagai sosok perempuan yang dapat mengubah apa yang ia cintai menjadi sebuah terobosan baru.
Tahun ini, perjuangannya berbuah manis, Ayu berhasil meraih Whitley Award 2025, sebuah penghargaan dari Whitley Fund for Nature (WFN), lembaga konservasi global berbasis di Inggris.
Sebagai Direktur Yayasan Konservasi Ekosistem Alam Nusantara (KIARA) Ayu mendedikasikan hidupnya untuk owa jawa, primata endemik yang masuk daftar satwa paling langka di dunia.
Dengan penghargaan tersebut, Ayu dan timnya akan memusatkan konservasi di lima titik kritis dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, rumah terakhir bagi separuh populasi owa jawa yang tersisa.
“Sayangnya, tekanan dari pertanian, urbanisasi, hingga pembangunan infrastruktur bikin hutan di Jawa terus tergerus,” tulis laman resmi Whitley, Kamis (8/5).
“Aktivitas manusia membuat owa jawa makin terisolasi dan berisiko punah secara lokal,” lanjut keterangan itu.
Dari manjaga kelestarian hutan, Ayu lewat program Ambu Halimun, KIARA merancang inisiatif, yaitu menggabungkan konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi perempuan. Eco-printing dari daun-daunan, pelatihan literasi keuangan, sampai pengembangan kepemimpinan jadi concernnya saat ini.
Ayu dan mengajak para perempuan di desa sekitar taman nasional untuk berubah.
Dengan dukungan dana 50.000 euro dari Whitley Award, Ayu berencana memperluas jangkauan program ini.
Targetnya, ratusan siswa dan keluarga akan ikut dalam edukasi lingkungan serta kegiatan konservasi. Bahkan, materi pelajaran berbasis ekologi akan masuk ke sekolah-sekolah sekitar taman.
“Lebih dari sekadar penghargaan, ini adalah jembatan untuk kolaborasi dan solidaritas global,” ungkap pihak Whitley.
Rahayu kini jadi bagian dari komunitas konservasionis dunia yang jaringannya lebih dari 220 alumni Whitley yang saling berbagi pengetahuan, sumber daya, dan semangat.
Di tengah krisis iklim dan rusaknya biodiversitas, langkah Ayu membuktikan satu hal, bahwa perubahan bisa dimulai dari desa, dipimpin oleh perempuan, dan dilakukan dengan hati.
(Far/Tir)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Inspiratif - Ali Zaenal Abidin merupakan seorang ahli dalam bidang pengembangan diri dan telah berpengalaman sela...
InspirationalRabu, 24 Januari 2024
Inspiratif - Bencana tsunami yang melanda Jepang di tahun 2011 mengakibatkan lebih dari 20.000 jiwa terseret gelo...
InspirationalKamis, 08 Agustus 2024
Inspiratif - Jagat netizen sekarang ramai membahas Clash of Champions, sebuah show dari salah satu platform eduka...
InspirationalSenin, 15 Juli 2024
Inspiratif - Di balik nama Yusuf Hendratno, ada kisah inspiratif tentang seorang anak muda asal Sulawesi Tenggara...
InspirationalSelasa, 24 Desember 2024
Inspiratif - Pondok Pesantren Nurut Thullab Bangsal (PP Nuba) berhasil meraih prestasi membanggakan dalam ajang l...
InspirationalJumat, 22 Agustus 2025
Inspirasi - Maulidya Nadiah Zuliyanti merupakan seorang konten kreator sekaligus influencer yang amat aktif dalam...
InspirationalKamis, 22 Februari 2024
Inspirational - Fildzah Izzati Ishma, perempuan inspiratif, terpilih untuk mewakili Indonesia dalam program berge...
InspirationalKamis, 02 Januari 2025
Inspiratif - Ferel Rizki Herlambang, seorang mahasiswa dari Universitas Jendral Achmad Yani, telah mencatatkan pr...
InspirationalSabtu, 12 Oktober 2024
Inspirational - Tidak banyak orang di era saat ini yang bisa mengubah kekurangannya menjadi sebuah kelebihan yang...
InspirationalRabu, 24 April 2024
Inspiratif - Kalian percaya nggak kalau kita bisa keliling Indonesia dengan modal 64 ribu rupiah saja? Nggak yak...
InspirationalSelasa, 23 Januari 2024