Wahyudi Pratama Hidupkan Perjuangan Palestina Melalui Novel
Rabu, 28 Agustus 2024
Pengunggah: Wilna Liana Az Zahra
Inspirational - Dalam dunia literasi, tulisan memiliki kekuatan untuk membangkitkan emosi, membentuk opini, dan yang paling penting mengabadikan perjuangan.
Salah satu penulis yang telah berhasil memanfaatkan kekuatan ini adalah Yudi Pratama, yang sukses menghasilkan lebih dari selusin buku, termasuk karya terbarunya yang berjudul "Matahari di Ujung Rafah".
Dalam episode ke-25 Youtz Talks, Yudi berbagi tentang proses kreatifnya dalam menulis novel yang tidak hanya menjadi bentuk ekspresi seni, tetapi juga sebagai alat untuk mendukung perjuangan kemanusiaan di Palestina.
"Buku ini tidak serta merta jadi begitu saja, tapi tujuannya meskipun kita tidak ikut berperang langsung, kita bisa melalui pena, melalui kata-kata, kita berperang narasi," ujar Yudi dengan penuh semangat.
Menulis dengan Hati, Bukan Sekadar Kata-kata
Yudi menjelaskan bahwa menulis, terutama tentang isu-isu sensitif seperti Palestina, membutuhkan lebih dari sekadar keterampilan teknis.
"Nulis sesuatu kan memang kita harus ngerasain dulu ya bagaimana kejadian di sana dan kemudian kita merangkai itu dalam sebuah diksi yang bisa membawa perasaan pembaca," katanya.
Baginya, penting untuk merasakan emosi dan memahami konteks sebelum menuangkannya ke dalam tulisan, sehingga pesan yang ingin disampaikan bisa terasa lebih hidup dan menyentuh hati para pembaca. Proses penulisan novel ini bukanlah hal yang mudah.
Yudi mengungkapkan bagaimana ia harus merangkai kata-kata sambil menangis karena terharu dengan cerita-cerita nyata dari Gaza.
Salah satu adegan yang paling menyentuh baginya adalah kisah seorang prajurit dari Gaza yang mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan seorang jurnalis.
"Itu benar-benar dalam banget sih... sampai aku harus merangkai kata-katanya sambil nangis-nangis," ujarnya mengenang proses kreatif yang ia lalui.
Kekuatan Kolaborasi dan Konsistensi
Selain membahas buku terbarunya, Yudi juga berbagi tentang perjalanan menulisnya yang dimulai sejak usia muda. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan kolaborasi dalam menulis.
"Setiap orang bisa jadi penulis, tergantung mereka startnya seperti apa dan konsistensinya seperti apa," kata Yudi.
Ia percaya bahwa dengan niat yang tulus dan kerja keras, setiap orang dapat menciptakan karya yang bermakna.
Menulis Sebagai Bentuk Perlawanan
Menulis bukan hanya tentang menghasilkan karya, tetapi juga tentang bagaimana karya tersebut dapat digunakan sebagai alat perlawanan terhadap ketidakadilan.
Melalui bukunya, Yudi berharap dapat menyadarkan lebih banyak orang tentang pentingnya mendukung perjuangan Palestina, baik melalui donasi maupun dengan terus membahas isu ini di berbagai platform.
"Melalui buku ini, kita cuman bisa merasakan dari jutaan KM... tapi kita belum tentu bisa ketika di posisi itu akan bisa bertahan seperti mereka," tambahnya
(Wil/Far)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Inspirasi - Sobat Youtz, baru-baru ini, kita menyaksikan momen inspiratif dengan kehadiran seorang tokoh yang sud...
InspirationalMinggu, 30 Juni 2024
Inspiratif - Pondok Pesantren Nurut Thullab Bangsal (PP Nuba) berhasil meraih prestasi membanggakan dalam ajang l...
InspirationalJumat, 22 Agustus 2025
Inspiratif - Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menciptakan sebuah produk yang fokus dalam keberla...
InspirationalKamis, 04 Juli 2024
Inspiratif – Tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Ahmad Yani (23), pemuda asal Kampung Gunung Batu, Desa Cib...
InspirationalKamis, 17 April 2025
Inspirational - Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi wadah yang efektif untuk menyampaikan pesan p...
InspirationalKamis, 26 Desember 2024
Acara launching buku How To Start karya Rinaldi Nur Ibrahim sukses menjadi ruang belajar sekaligus titik temu bag...
InspirationalRabu, 27 Mei 2026
Inspirational - Tidak banyak orang di era saat ini yang bisa mengubah kekurangannya menjadi sebuah kelebihan yang...
InspirationalRabu, 24 April 2024
Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia kembali mengenang sosok Raden Ajeng Kartini sebagai simbol emansipasi p...
InspirationalSelasa, 21 April 2026
Inspiratif - Bryan Sukidi, seorang siswa asal Indonesia yang bersekolah di Amerika Serikat berhasil menorehkan pr...
InspirationalKamis, 05 September 2024
Inspirational - Prabowo Subianto lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951, berhasil membuktikan dirinya sebagai soso...
InspirationalRabu, 23 Oktober 2024