Mudik Lebih Tenang, PLN Bagikan Tips Menjaga Keamanan Listrik di Rumah
Kamis, 19 Maret 2026
Pengunggah: Redaksi
Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya mempersiapkan perjalanan, tetapi juga memastikan keamanan rumah yang ditinggalkan—terutama dari sisi kelistrikan.
Imbauan ini muncul di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat saat Lebaran, yang kerap diikuti dengan risiko rumah kosong dalam waktu lama. Dalam kondisi tersebut, potensi gangguan listrik hingga kebakaran akibat kelalaian instalasi menjadi perhatian serius.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menegaskan bahwa langkah sederhana dapat memberikan dampak besar terhadap keamanan. Ia mengingatkan bahwa mudik seharusnya menjadi momen tenang untuk berkumpul bersama keluarga, bukan disertai kekhawatiran terhadap kondisi rumah.
“Pastikan instalasi listrik dan peralatan elektronik dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan. Dengan begitu, pelanggan dapat mudik dengan lebih nyaman,” ujarnya.
PLN pun membagikan sejumlah langkah preventif yang dapat dilakukan pelanggan. Mulai dari memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, mencabut perangkat elektronik yang tidak digunakan, hingga mengatur pencahayaan secukupnya untuk menjaga keamanan rumah. Penggunaan lampu dengan sensor otomatis juga dianjurkan sebagai alternatif yang lebih efisien.
Selain itu, aspek administratif juga tak kalah penting. Pelanggan listrik pascabayar diminta memastikan tagihan telah dibayarkan sebelum jatuh tempo, sementara pengguna listrik prabayar diimbau mengisi token dengan cukup agar pasokan listrik tetap stabil selama ditinggalkan.
Namun, di balik imbauan tersebut, ada catatan yang patut diperhatikan. Edukasi mengenai keamanan listrik masih sering bersifat musiman—muncul menjelang momen besar seperti mudik, tetapi belum sepenuhnya menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat. Padahal, risiko kelistrikan tidak hanya terjadi saat rumah kosong, melainkan juga dalam aktivitas harian.
Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih berkelanjutan dari PLN, tidak sekadar melalui imbauan periodik, tetapi juga edukasi yang lebih masif dan mudah diakses. Literasi keamanan listrik yang rendah dapat berdampak pada tingginya risiko kecelakaan listrik, terutama di kawasan permukiman padat.
Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan listrik di kampung halaman selama mudik juga menjadi perhatian. PLN membuka opsi penambahan daya bagi pelanggan yang membutuhkan, meski langkah ini tetap memerlukan perencanaan agar tidak menimbulkan beban biaya tambahan yang tidak terduga.
Pada akhirnya, keamanan listrik bukan hanya tanggung jawab penyedia layanan, tetapi juga kesadaran pelanggan. Mudik yang tenang tidak hanya ditentukan oleh kelancaran perjalanan, tetapi juga kepastian bahwa rumah yang ditinggalkan tetap aman.
Dengan langkah sederhana dan kesadaran yang meningkat, risiko bisa ditekan—dan momen pulang kampung dapat dinikmati tanpa rasa cemas.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags