Ribuan Perantau Asal Kebumen Diberangkatkan dari Jakarta Lewat Program Mudik Gratis

Minggu, 22 Maret 2026

5220

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber gambar: Dadiyono, Anggota DPRD DKI Jakarta yang sedang menyambut kedatangan pemudik asal Kebumen di Terminal Kebumen sebagai bentuk komitmen dan kepeduliannya terhadap warga perantauan

Ribuan perantau asal Kabupaten Kebumen akhirnya bisa bernapas lega menjelang musim mudik tahun ini. Melalui program mudik gratis yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mereka diberangkatkan dari kawasan Monumen Nasional pada Selasa (17/3/2026), menuju kampung halaman tanpa perlu memikirkan biaya transportasi yang kian mahal.
Program tahunan ini kembali menunjukkan skala besar. Sebanyak 709 unit bus disiapkan untuk mengantarkan pemudik ke 20 kota tujuan, dengan 28 bus secara khusus dialokasikan bagi warga Kebumen. Dari total 30.774 peserta, antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi—mencerminkan bahwa kebutuhan akan akses mudik yang terjangkau masih menjadi isu nyata bagi para pekerja urban.

Di balik tambahan kuota untuk Kebumen, terdapat peran Dadiyono, anggota DPRD DKI Jakarta asal Kecamatan Ambal. Ia disebut berhasil memperjuangkan peningkatan alokasi kursi bagi warga Kebumen di perantauan. Kehadirannya saat menyambut pemudik di Terminal Kebumen juga menjadi simbol kedekatan antara representasi politik dan konstituennya.

Namun, di balik narasi positif tersebut, program mudik gratis juga menyimpan pertanyaan yang layak diajukan. Apakah kebijakan ini cukup berkelanjutan sebagai solusi jangka panjang, atau sekadar respons musiman terhadap tingginya biaya mobilitas masyarakat? Ketergantungan pada program gratis berpotensi menunjukkan bahwa akses transportasi publik yang terjangkau masih belum merata.

Di sisi lain, pemerintah menilai program ini efektif menekan penggunaan kendaraan pribadi. Dengan berkurangnya kendaraan di jalan, potensi kemacetan dan angka kecelakaan selama arus mudik diharapkan bisa ditekan. Meski demikian, efektivitasnya tetap bergantung pada konsistensi pelaksanaan serta pemerataan akses bagi seluruh daerah.

Bagi para pemudik, program ini jelas membawa manfaat langsung: perjalanan pulang kampung menjadi lebih ringan, aman, dan terorganisir. Namun bagi pembuat kebijakan, mudik gratis seharusnya tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan menjadi pintu masuk untuk membenahi sistem transportasi publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dengan demikian, kisah ribuan warga Kebumen yang pulang kampung tahun ini bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga tentang bagaimana negara hadir—dan sejauh mana kehadiran itu mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih mendasar.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita Populer

Berita terkait