Ejek Gaza di Belanda, Suporter Klub Bola Israel Diserang Warga Lokal

Sabtu, 09 November 2024

3945

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Foto: Mina News

Sepakbola - Keributan terjadi di Belanda, tepatnya di Amsterdam setelah para suporter klub sepakbola Maccabi Tel Aviv  asal Israel mengejek Gaza sejahat-jahatnya.

Hal tersebut terjadi dalam lanjutan Liga Europa matchday keempat yang menyajikan duel Ajax Amsterdam kontra Maccabi Tel Aviv, Jumat (8/11) dini hari WIB. Sebelum laga, para suporter garis keras asal Israel itu memadati jalanan Kota Amsterdam. Mereka meneriakkan chant-chant klub kesayangannya.

Dilaporkan oleh Al Jazeera dan media lokal lainnya, awalnya aksi suporter itu berjalan baik-baik saja. Sampai akhirnya, ada beberapa orang dari suporternya yang naik ke salah satu flat dan mencopot bendera Palestina.

Hal itu kemudian menyulut kemarahan warga lokal yang geram atas kelakuan dari suporter klub Israel tersebut.

Sebagaimana diketahui, warga lokal yang ada sekitar Amsterdam banyak yang berasal dari Turki dan Maroko, mereka tak terima jika Gaza diejek sedemikian rupa.

Dalam kejadian tersebut, salah seorang suporter lantas menyerang mobil warga lokal yang memberikan peringatan, dengan ikat pinggangnya. Aksi para suporter tersebut kemudian makin 'beringas'.

Mereka lantas meneriakkan kata-kata 'Let the IDF win, and f*** the Arabs'. Belum selesai, ada nyanyian yang akhirnya memantik kemarahan warga lokal seperti ini, 'There are no schools in Gaza because there are no children in Gaza' yang artinya 'tidak ada sekolah di Gaza karena tidak ada anak-anaknya lagi'.

Hal itulah yang membuat warga lokal tidak bisa menahan diri. Mereka mengejar para suporter Maccabi Tel Aviv dan menghajarnya.

Tercatat, lima orang suporter Maccabi Tel Aviv dilarikan ke rumah sakit karena luka berat. 20-30 Orang lainnya luka-luka ringan.

Beberapa cuplikan video yang viral di sosial media menampilkan, beberapa suporter yang ditahan warga setempat.

Mereka disuruh untuk ngomong 'free Palestine' agar bisa bebas dan mau melakukannya sambil gemetar ketakutan.

Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian setempat menangkap 62 orang, 10 di antaranya masih ditahan.

Di sisi lain, Pemerintah Israel langsung menerbangkan para suporter tersebut untuk pulang.

Sebagai informasi, serangan Israel ke wilayah Gaza di Palestina sejak setahun terakhir. Setidaknya, sudah 42 ribu orang meninggal dunia dan banyak di antaranya adalah anak-anak. Fasilitas umum seperti rumah sakit sampai sekolah pun hancur.

 

(Far/Tir)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait