Pelatih Pasang Standar Tinggi untuk Ganda Putra Indonesia di Indonesia Open 2026

Senin, 25 Mei 2026

65

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber gambar: Leo Rolly Carnando/Daniel Martin, salah satu pasangan ganda putra Indonesia

Sorotan publik kembali tertuju ke sektor ganda putra Indonesia menjelang gelaran Indonesia Open 2026. Bermain di kandang sendiri, target yang dipasang pun tidak setengah-setengah. Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, secara terbuka menegaskan bahwa sektor andalan Merah Putih harus mampu merebut gelar juara di Istora Senayan.
Target tinggi itu bukan sekadar optimisme tanpa dasar. Sejak kepulangan tim dari Thomas Cup 2026, tim pelatih mulai menyusun program latihan yang difokuskan untuk mencapai performa puncak di Indonesia Open 2026. Turnamen Singapore Open 2026 bahkan dijadikan batu loncatan untuk mengasah ritme pertandingan sebelum tampil di hadapan publik sendiri.

“Harus juara,” kata Koh Anton tegas. Pernyataan singkat itu sekaligus mencerminkan besarnya ekspektasi terhadap sektor yang selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung prestasi bulu tangkis Indonesia.

Namun, target besar juga datang bersama tekanan besar. Dalam beberapa musim terakhir, performa ganda putra Indonesia kerap naik turun. Dominasi yang dulu identik dengan pasangan-pasangan Indonesia mulai mendapat tantangan serius dari Jepang, China, Korea Selatan hingga Malaysia. Karena itu, Indonesia Open 2026 bukan hanya soal berburu gelar, tetapi juga momentum pembuktian bahwa ganda putra Indonesia masih layak menjadi kekuatan utama dunia.

Harapan besar kini bertumpu pada sejumlah pasangan yang dinilai tengah menunjukkan perkembangan positif. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tetap menjadi andalan berkat pengalaman dan mental di level elite. Sementara Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai Thailand Open 2026.

Di tengah nama-nama senior, kemunculan pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin turut menghadirkan harapan baru. Debut mereka di Thomas Cup 2026 dinilai memberi pengalaman penting, terutama bagi Joaquin yang mendapat pujian langsung dari Koh Anton karena mampu keluar dari tekanan saat berpasangan dengan Fajar Alfian menghadapi Thailand.

Meski demikian, keputusan tidak menurunkan Raymond/Joaquin di Thailand Open menunjukkan bahwa tim pelatih tidak ingin terburu-buru memaksakan performa pemain muda. Faktor kelelahan dan padatnya jadwal menjadi pertimbangan penting agar regenerasi tetap berjalan sehat, bukan sekadar mengejar hasil instan.

Di sisi lain, evaluasi masih terus dilakukan terhadap pasangan lain seperti Rian Ardianto, Bagas Maulana hingga duet muda Devin/Fathir. Situasi ini memperlihatkan bahwa persaingan internal di sektor ganda putra semakin ketat, sekaligus menjadi sinyal bahwa PBSI tengah mencari komposisi paling ideal untuk menjaga tradisi prestasi Indonesia.

Indonesia Open 2026 pada akhirnya bukan sekadar turnamen kandang biasa. Bagi ganda putra Indonesia, ajang ini menjadi ujian mental, konsistensi, sekaligus pembuktian bahwa regenerasi yang sedang dibangun benar-benar bergerak ke arah yang menjanjikan.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait