Tetap Aktif dengan Nyeri Lutut, Ini Tips Berjalan Kaki yang Lebih Aman
Senin, 01 Juni 2026
Pengunggah: Redaksi
Jalan kaki selama ini dikenal sebagai salah satu olahraga paling sederhana, murah, dan mudah dilakukan oleh hampir semua kalangan. Aktivitas ini bahkan kerap direkomendasikan sebagai langkah awal untuk menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kesehatan jantung, hingga membantu mengontrol berat badan. Namun, tidak sedikit orang yang justru mengeluhkan nyeri atau pegal pada lutut setelah berjalan kaki, terutama jika dilakukan secara rutin dalam durasi yang cukup panjang.
Kondisi tersebut sering kali membuat sebagian orang memilih mengurangi aktivitas fisik karena khawatir memperparah keluhan pada lutut. Padahal, menurut berbagai ahli kesehatan, berjalan kaki tetap dapat dilakukan secara aman meski seseorang memiliki masalah pada sendi lutut, asalkan dilakukan dengan teknik yang tepat.
Nyeri lutut tidak selalu menjadi alasan untuk berhenti bergerak. Justru, kurangnya aktivitas fisik dapat memperburuk kondisi sendi dan melemahkan otot-otot yang berperan menopang lutut. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami cara berjalan kaki yang lebih ramah terhadap sendi agar manfaat olahraga tetap dapat dirasakan tanpa menimbulkan risiko cedera.
Salah satu hal paling mendasar yang perlu diperhatikan adalah pemilihan alas kaki. Sepatu yang tidak sesuai dapat meningkatkan tekanan pada lutut setiap kali kaki menapak permukaan. Penggunaan sepatu dengan bantalan yang baik dan ukuran yang pas mampu membantu menyerap benturan sekaligus menjaga stabilitas tubuh selama berjalan.
Selain itu, postur tubuh saat berjalan juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan lutut. Banyak orang tanpa sadar berjalan dengan posisi tubuh membungkuk atau langkah yang terlalu lebar sehingga memberikan beban berlebih pada sendi. Menjaga posisi tubuh tetap tegak, bahu rileks, dan pandangan mengarah ke depan dapat membantu mendistribusikan beban secara lebih seimbang.
Kesalahan lain yang sering diabaikan adalah langsung berjalan tanpa melakukan pemanasan. Meskipun tergolong olahraga ringan, jalan kaki tetap membutuhkan persiapan agar otot dan sendi tidak mengalami kekakuan. Pemanasan sederhana selama beberapa menit dapat membantu meningkatkan fleksibilitas tubuh sekaligus mengurangi risiko cedera ringan.
Pemilihan jalur berjalan juga perlu mendapat perhatian. Permukaan yang terlalu keras seperti aspal dan beton dapat meningkatkan tekanan pada lutut dalam jangka panjang. Jika memungkinkan, masyarakat disarankan memilih lintasan yang lebih empuk seperti trek jogging, taman, atau area berumput yang datar.
Di sisi lain, tren mengejar target langkah harian yang populer di berbagai aplikasi kesehatan juga perlu disikapi secara bijak. Tidak sedikit orang memaksakan diri mencapai target tertentu meskipun tubuh sudah menunjukkan tanda kelelahan. Padahal, aktivitas fisik yang sehat seharusnya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu. Memulai dengan durasi pendek dan meningkatkan intensitas secara bertahap dinilai jauh lebih aman bagi kesehatan sendi.
Bagi mereka yang memiliki riwayat cedera atau ketidakstabilan pada lutut, penggunaan penopang lutut atau knee support dapat menjadi pilihan. Namun, alat bantu tersebut sebaiknya digunakan secara proporsional dan tidak menggantikan pentingnya latihan penguatan otot di sekitar lutut.
Tak kalah penting, pendinginan setelah berjalan sering kali dilupakan. Padahal, langkah sederhana seperti berjalan perlahan selama beberapa menit dan melakukan peregangan dapat membantu mengurangi ketegangan otot serta mencegah munculnya rasa nyeri setelah beraktivitas.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan lutut bukan berarti harus menghindari aktivitas fisik. Sebaliknya, berjalan kaki yang dilakukan dengan cara yang benar dapat menjadi salah satu bentuk olahraga paling aman dan efektif untuk menjaga kebugaran tubuh. Dengan memperhatikan teknik, perlengkapan, serta kemampuan tubuh masing-masing, masyarakat tetap dapat menjalani gaya hidup aktif tanpa harus mengorbankan kesehatan sendi di masa depan.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Sepakbola - Tim Nasional (Timnas) Indonesia harus menelan pil pahit di kandang China usai kalah tipis dengan sk...
SportSelasa, 15 Oktober 2024
Sport - Pelatih baru Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Patrick Kluivert, resmi mengumumkan 27 pemain yang dipanggi...
SportSelasa, 11 Maret 2025
Olahraga - Shin Tae-yong, pelatih timnas Indonesia, membuka peluang menetap di Indonesia jika berhasil membawa ...
SportSelasa, 08 Oktober 2024
Olahraga - Indonesia berhasil mempertahankan tradisi membawa pulang medali di kejuaraan dunia Wushu 2023. Dis...
SportRabu, 22 November 2023
Sport - Sobat Youtz, Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, sedang berada dalam posisi serba salah jelang la...
SportSelasa, 10 Juni 2025
Sorotan publik kembali mengiringi keputusan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dalam menentukan komposisi sk...
SportJumat, 27 Maret 2026
Setuju nggak sih, kalau Indonesia sekarang lagi dilanda oleh demam olahraga padel? Banyak lapangan padel bermuncu...
SportKamis, 16 Oktober 2025
Sepakbola - Kekalahan Timnas Indonesia U-17 terhadap Maroko U-17 menyulitkan Indonesia untuk lolos ke babak 16 be...
SportJumat, 17 November 2023
Sepakbola - Sobat youtz, Tim Nasional sepakbola Indonesia sudah dipastikan gagal melangkah ke Olimpiade Paris 202...
SportSenin, 13 Mei 2024
Sport — Legenda Sepakbola Palestina, Suleiman Obaid, tewas dalam serangan brutal Israel di Gaza Selatan. Kabar ...
SportJumat, 08 Agustus 2025