Akibat Over Tourism, Jepang Bakal Naikkan Pajak untuk Turis
Senin, 03 Maret 2025
Pengunggah: Redaksi
Travel - Pemerintah Jepang dan partai-partai berkuasa tengah mempertimbangkan untuk menaikkan Pajak Keberangkatan bagi wisatawan internasional.
Saat ini, pajak tersebut ditetapkan sebesar 1.000 yen (sekitar Rp 109.903) per orang dan dibayarkan oleh siapa pun yang meninggalkan Jepang melalui pesawat atau kapal pesiar.
Dikutip dari The Straits Times, Senin (3/3/2025), kebijakan ini bertujuan memperluas alokasi dana dari pajak tersebut, termasuk untuk mengatasi overtourism yang semakin membebani destinasi populer di Jepang.
Subkomite Partai Demokrat Liberal mulai mengumpulkan masukan terkait besaran kenaikan pajak dan penggunaannya.
Beberapa usulan yang mengemuka mencakup kenaikan tarif menjadi 3.000 yen (Rp 330 ribu) hingga 5.000 yen (Rp 553 ribu).
Saat ini, pendapatan dari pajak tersebut hanya digunakan untuk promosi pariwisata, seperti menarik wisatawan asing dan mengembangkan resor.
Namun, pemerintah ingin memperluas penggunaannya, termasuk untuk memperbaiki infrastruktur transportasi dan meningkatkan kapasitas bandara guna menghadapi lonjakan wisatawan.
Sebagaimana diketahui, pajak Keberangkatan pertama kali diberlakukan pada Januari 2019 dan dibebankan tidak hanya kepada wisatawan asing, tetapi juga warga Jepang yang bepergian ke luar negeri.
Pada tahun fiskal 2023 misalnya, pendapatan pajak ini mencapai 39,9 miliar yen, meningkat tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Pada tahun fiskal 2025, angka tersebut diprediksi naik menjadi 49 miliar yen.
Data dari Badan Pariwisata Jepang mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jepang pada 2024 mencapai 36,87 juta orang, sementara warga Jepang yang bepergian ke luar negeri sebanyak 13,01 juta orang.
Pemerintah menargetkan 60 juta wisatawan pada tahun 2030. Namun, sejumlah bandara dan destinasi wisata belum mampu mengimbangi lonjakan pengunjung, sehingga berisiko mengalami overtourism yang lebih parah.
Melalui kenaikan pajak ini, pemerintah Jepanh berharap dapat meningkatkan sumber daya keuangan untuk mengelola pariwisata secara berkelanjutan dan menciptakan lingkungan wisata yang lebih baik.
(Far/Tir)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Laporan keuangan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memang mulai menunjukkan warna hijau, tetapi manajemen be...
TravelKamis, 20 November 2025
Travel - Garuda Indonesia resmi meluncurkan livery tematik "Ayo Naik Garuda" pada Jumat (17/1) di Hangar 2 GMF Ae...
TravelSabtu, 18 Januari 2025
Travel - Gunung Ijen atau yang terkenal dengan Kawah Ijen di Jawa Timur merupakan tempat wisata alam yang populer...
TravelKamis, 23 Mei 2024
Travel - Sobat Youtz, siapa nih yang suka naik angkutan umum? Sobat suka naik angkutan umum apa? MRT, LRT, KRL, t...
TravelMinggu, 14 Januari 2024
Travel - Pada bulan Ramadhan, umat islam berbondong-bondong pergi ke Masjidil Haram untuk melaksanakan ibadah. H...
TravelJumat, 29 Maret 2024
Travel - Perusahaan pengembang real estate berbasis di Chennai, India, Casagrand, kembali mencuri perhatian.Sebag...
TravelSelasa, 26 November 2024
Travel - Sobat youtz pastinya sudah tahu kalau Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di Asia Tenggara mel...
TravelRabu, 06 Maret 2024
Travel - Usai dilanda banjir besar di Dubai, mengakibatkan ribuan penerbangan batal terbang. Sejumlah penumpang...
TravelJumat, 19 April 2024
Travel - Sobat Youtz, sudah ada rencana liburan natal dan tahun baru kemana nih? Atau kamu belum punya rencana ma...
TravelSabtu, 30 Desember 2023
Travel - Setelah melalui segenap uji coba hingga memberikan promo, Tarif LRT (Lintas Raya Terpadu) Jabodebek Resm...
TravelSenin, 02 Oktober 2023