Kejar Mimpi Tangsel Asah Kemampuan Anggota dengan Management Conflict

Kamis, 24 April 2025

1965

Pengunggah: Wilna Liana Az Zahra

gambar-utama
Foto: Kejar Mimpi Tangsel (Dok/Pri).

Community — Komunitas Kejar Mimpi Tangerang Selatan kembali menyelenggarakan "program UpSkill: Management Conflict" sebagai ruang belajar dan tumbuh bagi para anggotanya.

Lewat kegiatan tersebut, semua anggota tidak hanya dibekali kemampuan teknis menyelesaikan konflik, tapi juga diajak membangun pola pikir bahwa konflik bukan ancaman, melainkan jalan menuju kedewasaan organisasi.

Program yang diinisiasi oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) ini menjadi bentuk nyata komitmen mereka dalam mendukung generasi muda Indonesia agar semakin berdaya dalam mengelola tantangan hidup dan sosial.

“Topik ini dipilih berdasarkan masukan para anggota dan kebutuhan pengembangan diri mereka,” ujar Rizein, Project Officer kegiatan ini.

Lebih lanjut, Rizein menekankan bahwa pembahasan manajemen konflik sangat relevan, terutama dalam lingkungan organisasi anak muda yang dinamis.

Dalam sesi utama, Shafa Nazmi sebagai pemateri menekankan pentingnya pendekatan solutif dalam menghadapi konflik.

“Manajemen konflik bukan tentang mencari siapa yang salah, tapi tentang bagaimana kita bersama-sama menemukan solusi,” tuturnya.

Kegiatan ini semakin hidup dengan hadirnya sesi Forum Group Discussion (FGD), di mana para peserta dilatih untuk bekerja dalam tim menyelesaikan studi kasus nyata.

FGD ini tidak hanya mengasah kemampuan berpikir kritis dan komunikasi asertif, tetapi juga membentuk budaya empati dan kolaborasi.

“Dari sini, kita jadi tahu dari mana konflik bisa muncul dan bagaimana cara mengelolanya secara bijak,” kata Wiwit, salah satu anggota Kejar Mimpi Tangsel.

Fathir Nuthoriq, Leader Kejar Mimpi Tangsel, menyebut bahwa kegiatan ini menjadi bekal penting dalam memimpin.

“Kami ingin membangun budaya organisasi yang komunikatif dan saling percaya. Kegiatan seperti ini adalah pijakan awalnya,” ungkapnya.

CIMB Niaga melalui Komunitas Kejar Mimpi yang kini tersebar di 35 kota di Indonesia, terus berupaya menjadi katalis pertumbuhan anak muda yang tidak hanya punya mimpi besar, tapi juga punya kemampuan untuk mengelola tantangan dengan secara bijak dan tepat.

 

(Wil/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait