10 Langkah Menulis Jurnal Ilmiah Sebelum Publikasi

Kamis, 19 September 2024

3520

Pengunggah: Fathiyyah Azizah

gambar-utama
Foto: Ilustrasi (freepik/katemangostar)

Edukasi - Sebagian kampus sudah menerapkan kurikulum baru, di mana publikasi jurnal ilmiah dapat menjadi salah satu persyaratan untuk meraih predikat Cumlaude pada saat kelulusan di kampusnya. 

Urgensi publikasi jurnal ilmiah semakin diakui oleh dunia pendidikan yang nantinya bisa membantu mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk berkarir di bidang riset. 

Pada dasarnya, menulis jurnal ilmiah bukan tugas yang mudah karena penulis perlu memiliki keterampilan dalam menyusun argumen kuat dan logis serta kemampuan dalam menggunakan referensi yang tepat. 

Selama proses penulisan jurnal ilmiah, penulis harus memperhatikan etika penulisan dan integritas ilmiah. Selain itu, penulis juga perlu memperhatikan privasi dan hak cipta, serta mematuhi aturan dan pedoman yang berlaku dalam publikasi jurnal ilmiah.

Tidak hanya itu, penulis juga perlu memperhatikan gaya penulisan yang tepat, seperti penggunaan kata yang akurat dan tidak ambigu, penggunaan bahasa yang mudah dipahami, serta penggunaan tata bahasa yang benar. 

Berikut ini adalah panduan lengkap dan praktis untuk menulis jurnal ilmiah yang baik sebelum publikasi. 

Riset

Riset menjadi langkah pertama yang penting sebelum memulai menulis. Selama riset, amati lingkungan sekitar Sobat Youtz, seperti permasalahan apa yang menjadi sorotan masyarakat. Hal ini akan bantu merangsang kinerja otak untuk mendapatkan sebuah ide. 

Cari Referensi yang Kredibel

Langkah kedua adalah mencari referensi di berbagai sumber terpercaya, seperti jurnal yang bisa diakses pada Google Scholar, Research Gate, dan lain sebagainya, serta berita Indonesia yang memiliki kredibilitas tinggi. 

Referensi menjadi salah satu elemen yang sangat penting dalam pembuatan karya ilmiah, berita, artikel, dan semacamnya. Tanpa referensi, tulisan itu bisa dianggap rekayasa karena tidak memiliki bukti penguat sehingga orang lain akan curiga dengan tulisan itu. 

Merancang Judul

Ketiga, tuangkan seluruh ide dan berikan kesimpulan referensi yang didapatkan dalam bentuk tulisan. 

Cara ketiga ini tidak boleh terlewatkan oleh mahasiswa karena sangat penting dalam persyaratan karya ilmiah karena penulisan judul dapat memudahkan membaca untuk memahami keseluruhan inti jurnal ilmiah. 

Judul yang baik tidak diperkenankan untuk bermakna ganda, melebihi kata yang telah ditentukan, dan disesuaikan dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. 

Pembuatan Abstrak

Keempat, tulislah secara perlahan untuk memberitahukan secara garis besar tulisan jurnal ilmiah pada bagian abstrak. Tujuannya, memudahkan pembaca dalam memahami isi jurnal secara keseluruhan dalam waktu yang singkat. 

Biasanya, kriteria abstrak ini tidak boleh melebihi 250 kata dan harus memuat penulisan tujuan, metode penelitian, hasil, dan kesimpulan dari suatu jurnal. 

Hindari kata singkatan maupun kutipan di bagian abstrak dan mencoba menyimpulkan poin-poin penting pada jurnal ilmiah secara runtut dan menggunakan kata kunci di akhir penulisan abstrak. 

Pembuatan Pendahuluan

Mulai menulis dengan menceritakan latar belakang atau fenomena yang ingin diangkat. Biasanya, pada bagian pendahuluan itu berisikan tentang pembahasan permasalahan, tujuan penulisan, manfaat, dan data-data valid yang bisa memperkuat argumentasi penulis. 

Menyertakan Kajian Teori

Penulis wajib menyertakan teori-teori yang berkaitan pada judul dan sesuai dengan program studinya. Kajian teori ini bisa didapatkan dari peneliti terdahulu yang membahas penelitiannya. 

Hindari copy paste saat menulis jika mengambil sebuah atau beberapa kalimat dari jurnal dan berita yang diambil karena penguji dapat mengecek tulisanmu untuk mengetahui seberapa besar tulisanmu ini mengandung unsur plagiat. 

Tentu saja, hal ini menjadi suatu kehati-hatian bagi mahasiswa saat mengerjakan draft jurnal ilmiah. 

Tentukan Metode Penelitian

Suatu jurnal ilmiah pasti memuat elemen metode penelitian yang bersifat penting dalam penulisannya. Metode ini membahas mengenai pemaparan cara mengambil data penelitian, apakah menggunakan pendekatan kualitatif atau kuantitatif. 

Penulis dapat memilih salah satu sesuai dengan judul yang diangkat. Aturan dalam menulis metode harus dipaparkan secara rinci dan mendetil. 

Pembahasan atau Analisis

Penulisan jurnal ilmiah wajib menyertakan pembahasan dan analisis dari permasalahan yang diangkat. 

Caranya, menjelaskan model maupun teori yang digunakan pada bagian kajian teori. Biasanya, pembahasan dan analisis ini menjawab pertanyaan dari rumusan masalah yang diangkat.

Buatlah Kesimpulan

Salah satu bagian penutup dari jurnal ilmiah adalah kesimpulan, kesimpulan dapat memaparkan pembuktian hipotesis penelitian yang tetap memperhatikan jawaban dari rumusan masalah yang telah dituliskan. 

Jangan lupa, menuliskan kelebihan dan kekurangan dari penelitiannya serta berikan saran dari peneliti terkait solusi yang diberikan dari peneliti untuk pemerintah, masyarakat, maupun peneliti selanjutnya

Biasanya, jurnal ilmiah yang menarik itu adalah mengangkat permasalahan yang unik dan solusinya yang dapat diimplementasikan di kehidupan sehari-hari. Jika ternyata, solusinya bisa bermanfaat bagi masyarakat, tentu saja pembaca akan mengapresiasi hasil kerja kerasmu. 

Cantumkan Daftar Pustaka

Cara terakhir menuju penulisan jurnal ilmiah dapat menarik banyak orang adalah mencantumkan seluruh referensi yang diambil, entah itu dari buku, jurnal, berita, dan lainnya yang dapat menjadikan jurnal lebih kredibel.

Jangan lupa untuk merapikan tulisan jurnal ilmiah sebelum dipublikasi dengan mengecek secara keseluruhan dan disesuaikan ejaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. 

Tentu, sekecil apapun penulisan sangat perlu diperhatikan oleh penulis, meski masalah yang dialami adalah masalah kecil menurut permasalahan mahasiswa.

Gimana menurut Sobat Youtz, sudah siap kan untuk menulis Jurnal Ilmiah?

 

(Fat/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait