Imbas Seragam Mahal, Plt Kepsek SMA di Tulungagung Resmi Dicopot

Kamis, 27 Juli 2023

7520

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Foto: Kepsek SMA di Tulungagung Dicopot (editor.id).

Pendidikan - Imbas harga seragam sekolah capai Rp 2,3 Juta, akhirnya Kepala Sekolah SMA di Tulungagung resmi dicopot dari jabatannya. 

Adapun Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur, Norhadin itu dicopot dari jabatannya oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. 

Pencopotan tersebut sebagai buntut penjualan seragam sekolah seharga Rp 2.360.000 yang dinilai terlalu mahal oleh para wali murid. 

Bermula keluhan wali murid, salah satu wali murid asal Tulungagung berinisial NN (41) mengeluhkan harga seragam sekolah sang anak. 

Menurut NN, pihak sekolah menjual seragam dengan harga dua kali lipat lebih mahal dibanding harga pasaran. 

NN pun menyebutkan perincian pembayaran seragam sekolah yang harus dibayarkan oleh orangtua siswa. Total paket seragam seharga Rp 2.360.000.

"Harga tersebut masih dalam bentuk kain lembaran, untuk menjahit kembali mengeluarkan biaya," katanya. 

NN mencontohkan, satu setel kain seragam putih abu-abu dijual dengan harga Rp 359.400. 
Padahal, menurut dia, di pasaran satu setel seragam dijual Rp 150.000. Tak hanya itu tertera juga  jilbab seharga Rp 160.000 dan atribut Rp 140.000.

"Harganya di sekolah jauh lebih tinggi dua kali lipat, lebih murah di pasaran," ungkap NN. 
Kain seragam itu, menurut dia, dijual melalui koperasi sekolah. NN mengaku tidak bisa berbuat banyak.

Disisi lain, Humas SMAN 1 Kedungwaru Agung Cahyadi mengeklaim tidak mewajibkan siswa baru membeli kain di sekolah meski sekolah menyediakan. 

Sekolah, lanjut dia, membebaskan siswa yang ingin membeli seragam di luar sekolah. 
"Pihak kami tidak mewajibkan membeli kain seragam di sekolah," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Gedung Kesenian Aryo Blitar, Kota Blitar, mengungkapkan, pihaknya telah mengambil langkah pendisiplinan terhadap pihak yang terlibat penjualan seragam sekolah. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan, Dinas Pendidikan Provinisi Jawa Timur telah mencopot Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kedungwaru Tulungagung Norhadin. 

"Plt Kepala SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung dicopot sementara," katanya, Selasa (25/7/2023). 
Pencopotan tersebut dilakukan setelah tim diterjunkan menyelidiki harga seragam sekolah yang dipatok Rp 2,3 juta.

Hasilnya, ditemukan kesalahan prosedur operasi standar atau standard operating procedure (SOP) yang tidak dipatuhi sekolah. 

"Ada kesalahan SOP yang dilakukan SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung," katanya. 
Menyusul kejadian tersebut, Dinas Pendidikan Provinisi Jawa Timur membuat edaran.

"Kami juga membuat surat edaran mempertegas kembali kepada sekolah-sekolah terkait pengadaan pakaian seragam yang tidak menjadi ranah sekolah. Sekolah tidak boleh memberatkan wali murid. Koperasi sekolah bukan sumber utama pengadaan pakaian seragam sekolah," tegas Aries. 

Diketahui sebelumnya, adapun rinciannya seragam yang didapatkan siswa yakni satu stel seragam putih abu-abu (Rp359.400), satu stel seragam Pramuka (Rp315.850), satu stel seragam batik (Rp383.200), dan satu stel seragam khas (Rp440.550). 

Kemudian, satu jas almamater (Rp185.000), kaos dan celana olahraga (Rp130.000), ikat pinggang (36.000), satu tas (Rp210.000), satu paket atribut (Rp140.000), dan jilbab (Rp160.000).

(Hrd/Agm)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait