Studi Menyebutkan Amarah Perempuan Menurun Setelah Berusia 55 Tahun

Senin, 14 Juli 2025

3435

Pengunggah: Tiara Cahyaningrum

gambar-utama
Ilustrasi: Perempuan Marah (Orami).

Education - Studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Menopause oleh The Menopause Society menemukan bahwa seiring bertambahnya usia, terutama saat melewati fase perimenopause dan masuk ke postmenopause, perempuan cenderung mengalami penurunan drastis dalam ekspresi amarah terbuka seperti marah-marah atau bersikap agresif.

Namun, yang menarik, satu bentuk amarah masih bertahan dari seorang perempuan acalah amarah yang dipendam.

Artinya, walaupun kelihatannya tenang dan adem, sebagian perempuan masih menyimpan amarah dalam diam.

Dr. Monica Christmas, Direktur Medis Asosiasi di The Menopause Society, menyebut perubahan ini penting tapi sering luput dari perhatian.

"Selama transisi menopause, fluktuasi hormon bisa memicu perubahan suasana hati yang intens. Tapi banyak perempuan yang gak sadar kalau amarah yang mereka rasakan sebenarnya bagian dari proses ini," jelasnya.

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 500 perempuan berusia 35–55 tahun dan mencatat bahwa respons emosional seperti "trait anger" (mudah marah terus-menerus), permusuhan, dan ledakan marah berkurang seiring waktu.

Penelitian sebelumnya sudah mengaitkan trait anger dengan peningkatan tekanan darah dan risiko penyakit jantung. Selain itu, perempuan dengan tingkat amarah tinggi cenderung mengalami depresi lebih berat, apalagi jika mereka menjalani terapi hormon.

Studi ini menjadi pengingat bahwa memahami emosi perempuan paruh baya bukan sekadar isu medis, tapi juga bagian dari kualitas hidup. Amarah yang tak terungkap bisa jadi beban psikologis jangka panjang jika tidak dikelola dengan benar.

Jadi, bukan cuma tubuh yang berubah saat menopause, tapi cara perempuan merasa dan bereaksi pun ikut berubah. Dan itu valid.

Solusinya? Edukasi emosional sejak dini tentang apa yang terjadi saat menstruasi, postpartum, hingga menopause agar perempuan bisa mengelola emosinya dengan sehat dan sadar. Bukan sekadar dipendam.

 

(Tia/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait