Wali Kota di Jepang Pilih Mundur dari Jabatannya, Usai Ketahuan Ijazahnya Palsu

Selasa, 15 Juli 2025

2300

Pengunggah: Salwa Ekaputri Gunarto

gambar-utama
Foto: Wali Kota Ito, di Jepang (butota).

Education — Belum dua bulan menjabat, Wali Kota Ito, Maki Takubo, memutuskan mundur dari jabatannya setelah tersandung kasus dugaan ijazah palsu. Kasus ini bikin geger publik Jepang, karena menunjukkan bahwa drama ijazah gak cuma milik Indonesia saja.

Takubo sebelumnya mengklaim sebagai lulusan Universitas Toyo di Tokyo. Tapi klaim itu mulai diragukan ketika pihak kampus secara resmi menyatakan bahwa Takubo bukan lulusan, melainkan pernah dikeluarkan dari kampus tersebut. Pernyataan itu bikin geger, apalagi setelah nama Takubo tidak ditemukan di buku tahunan kampus.

Awalnya, Takubo tetap ngotot dengan membawa “sertifikat kelulusan” sebagai bukti. Tapi ketika ditanya asal usulnya, ia malah bilang, “Saya tidak ingat bagaimana mendapatkannya.”

Situasi makin rumit saat Majelis Kota Ito pada 7 Juli 2025 mengeluarkan dua resolusi:

Meminta Takubo segera mundur.

Membentuk komite investigasi khusus buat selidiki apakah ada unsur kesengajaan dalam pemalsuan data pendidikan.

Takubo akhirnya mengalah. Dalam rapat kebijakan pada 8 Juli, ia meminta maaf secara terbuka. Ia juga menyatakan akan menyerahkan dokumen yang disebut ijazah dan buku tahunannya ke Kejaksaan Distrik Shizouka dalam waktu 10-14 hari ke depan.

“Kalaupun saya bilang itu ijazah asli, itu cuma omong kosong tanpa bukti kuat,” ujar Takubo dalam wawancara dengan The Japan Times, dikutip Selasa (15/7/2025).

Polemik makin panas ketika warga Ito berencana melaporkan Takubo secara pidana karena diduga menyerahkan informasi palsu ke media saat masa kampanye, melanggar Undang-Undang Pemilihan Umum.

Kini, jabatan Takubo tinggal menghitung hari. Sesuai undang-undang, pemilihan wali kota pengganti bakal digelar dalam waktu maksimal 50 hari setelah pengunduran dirinya resmi diterima.

 

(Sal/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait