Dari Meja Makan ke Bumi: Cara Sederhana Merayakan Hari Pangan Tanpa Sisa

Rabu, 15 Oktober 2025

2410

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber: https://www.freepik.com/

Setiap tahun, jutaan ton makanan selalu berakhir di tempat sampah, padahal di belahan dunia lain masih banyak sekali orang yang kekurangan dan kesulitan mendapatkan pangan yang layak. Ironisnya, sebagian besar limbah itu justru hadir dari rumah tangga. 

Di momentum menyambut Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, kita diingatkan bukan hanya untuk merayakan banyaknya pilihan makanan, namun juga menghargai setiap butir yang kita nikmati. Sekarang sudah saatnya kita berhenti sejenak dan bertanya: sudahkah kita menghargai setiap butir nasi di piring kita?

Sisa Makanan, Masalah Serius yang Terlihat Sepele

Hasil riset dari United Nations Environment Program (UNEP) titled Food Waste Index pada tahun 2021 menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan 20,93 juta ton limbah makanan per tahun. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu penyumbang food waste terbesar di Asia Tenggara dengan porsi terbesar berasal dari tahap konsumsi (rumah tangga, restoran, pasar). Sisa makanan yang dibuang menyumbangkan 8-10% emisi gas rumah kaca. Dengan kata lain,  saat makanan dibuang, emisi, energi, air, dan lahan yang digunakan untuk menghasilkan makanan itu ikut terbuang sia-sia.

Mulai dari Dapur Sendiri
Mengatasi masalah besar biasanya bisa dimulai dari hal sederhana. Langkah-langkah kecil di bawah ini bisa diterapkan di rumah:

Belanja Secukupnya

Setiap ingin belanja bahan makanan, rencanakan terlebih dahulu menu mingguan. Buat daftar bahan-bahan yang pas supaya tidak berlebihan saat membeli.

Simpan Bahan dengan Cara yang Tepat

  • Pisahkan bahan yang mudah layu seperti sayur dan buah dari bahan yang daya tahannya lama.
  • Gunakan wadah yang tertutup dan suhu kulkas yang tepat supaya makanan tidak cepat membusuk.

Kreasikan Sisa Makanan

Jika memiliki sisa nasi, bisa diubah menjadi nasi goreng, bubur, atau nasi liwet sederhana. Sayur yang layu bisa segera dijadikan tumisan, sup, atau sambal. Ampas kopi juga bisa diolah menjadi kompos sebagai pupuk pekarangan.

Gunakan Prinsip “First In, First Out

Buat dan lakukan aturan bahwa bahan paling lama diletakkan di depan agar digunakan terlebih dahulu.

Bagaimana Merayakan Hari Pangan dengan Aksi Nyata?

Merayakan Hari Pangan bukan sekadar simbolik - ini merupakan momen untuk kita merefleksikan diri dan memberikan aksi nyata:

  • Donasi makanan yang layak konsumsi ke lembaga seperti food bank atau dapur umum.
  • Ikut gerakan lokal zero waste cooking (memasak tanpa limbah) atau klub berbagi makanan di lingkungan sekitar.
  • Pilih untuk menjadi konsumen yang sadar : membeli makanan lokal, makanan musiman, dan hindari produk berkemasan berlebihan. 

Hari Pangan Sedunia merupakan pengingat untuk kita semua bahwa konsumsi kita sehari-hari memiliki efek nyata: setiap makanan yang dibuang bukan hanya uang yang hilang, tetapi juga energi, air, dan harapan bagi mereka yang kekurangan. Jika setiap keluarga mulai menghargai apa yang ada di piringnya, dari meja makan kita perubahan bisa bermula, demi bumi yang lebih sehat dan ketahanan pangan yang lebih kuat.

 

 

Penulis: Radhwa Larasati Tetuko

Editor: Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait