Cerita Rasul Amin Jadi Imam di Amerika hingga Dakwah Internasional

Jumat, 13 September 2024

6190

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Foto: Abd Rasul Amin (Dok/Pri).

Inspiratif - Rasul Amin, Anak Muda asal Makassar, berhasil meraih mimpi yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, yaitu menjadi imam di Amerika Serikat. 

Kisah inspiratif ini terungkap dalam podcast “Ngobrol Bareng Rinaldi” yang dipandu oleh Rinaldi Nur Ibrahim. Melalui percakapan hangat dan penuh cerita, Rasul berbagi perjalanan hidupnya dari pengusaha Quran hingga menjadi seorang imam di negeri Paman Sam.

Awal perjalanan Rasul dimulai dari Makassar, tempat di mana ia memulai bisnis menjual Quran dengan cara sederhana, yakni menyetok dalam jumlah kecil. Motivasi untuk mengembangkan bisnis membawanya merantau ke Jakarta, tepatnya ke Pasar Senen, pusat grosir kitab suci tersebut. 

Namun, harapan tak selalu sejalan dengan kenyataan. Rasul mendapati Pasar Senen sepi pengunjung, membuatnya sempat merasa salah langkah meninggalkan Makassar.

“Awalnya saya berpikir, seharusnya saya tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta, cukup di Makassar saja. Tapi Alhamdulillah, kos yang saya pilih dekat masjid. Dari situ, saya sering ke masjid dan terjalinlah hubungan baik dengan ketua pengurus masjid,” ungkap Rasul. 

Keberaniannya memperkenalkan diri sebagai imam membuka pintu rezeki baru baginya, yakni menjadi pengajar di pesantren kilat selama Ramadan.

Tidak lama berselang, kesempatan emas datang ketika ia bertemu dengan seorang imam muda asal Amerika, Rashid, yang kemudian menawarkan Rasul untuk menjadi imam di negeri adidaya tersebut. Meski sempat ragu karena keterbatasan bahasa Inggris, Rasul tak gentar. 

“Saya terus belajar dan latihan, hingga akhirnya bisa menjalankan tugas khutbah dengan lancar,” ujar Rasul.

Kehidupan sebagai imam di Amerika tidaklah mudah. Rasul bercerita bagaimana masyarakat di sana sangat individualis, berbeda dengan budaya saling sapa dan tolong-menolong yang kental di Indonesia. 

Akan tetapi, ia mengakui banyak hal yang ia pelajari, termasuk bagaimana menghargai waktu dan bersikap profesional dalam setiap hal.

Kibarkan Bendera Palestian di Patung Liberty

Ketika ditanya tentang pengalamannya mengibarkan bendera Palestina di Liberty, Rasul mengungkapkan hal itu terjadi secara tidak sengaja. 

“Itu sebenarnya murni karena tanpa sadar, saya membawa bendera Palestina di dalam jaket,” kenangnya. 

Momen itu sempat memicu perdebatan dengan seorang warga Israel, namun Rasul tetap menunjukkan sikap santun dengan memeluk lawan bicaranya sebagai tanda damai.

Dari perjalanannya, Rasul Amin mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dan memaksimalkan setiap kesempatan yang ada. 

“Relasi yang baik bisa membuka pintu rezeki di kemudian hari,” pesan Rasul, yang kini juga aktif membangun komunitas ngaji dan menginspirasi banyak orang melalui media sosialnya.

Kisah Rasul Amin bukan sekadar cerita tentang merantau atau menjadi imam di negeri orang. Lebih dari itu, ini adalah kisah tentang keberanian, perjuangan, dan bagaimana bersikap bijak dalam menghadapi setiap tantangan hidup. 

Semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berusaha dan tidak takut bermimpi besar.

 

(Frq/Adn)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait