Rekam Jejak Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri Kabinet Merah Putih 2024-2029

Jumat, 25 Oktober 2024

4815

Pengunggah: Siti Nurhaliza

gambar-utama
Foto: Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri Luar Negeri (CNN Indonesia).

Inspirational - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, baru saja mengumumkan susunan Menteri dan Wakil Menteri yang masuk pada kabinet Merah Putih.

Salah satu diantaranya adalah Sugiono yang ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri.

Lantas, siapakah sosok Sugiono yang menduduki posisi Menteri Luar Negeri? Nama yang  terdengar asing di  telinga para diplomat.

Sugiono adalah sosok politikus Gerindra yang lahir di Aceh pada 19 Februari 1979. Dia dikenal sebagai sosok yang memiliki banyak pengalaman dalam bidang militer maupun politik.

Bagaimana tidak, dengan cita-citanya untuk menjadi sosok prajurit mendoronganya untuk menghabiskan pendidikannya di sekolah Taruna Nusantara.

Hingga dirinya berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan sebagai kadet di Norwich University, kampus militer tertua di Amerika Serikat.

Setelah menyelesaikan studinya, Sugiono kembali melanjutkan pendidikannya sebagai calon perwira TNI.

Karena kegigihannya dalam mencapai mimpinya, pada tahun 2002 dia lulus dan dilantik sebagai Letnan Dua korps Infanteri.
Saat menjadi prajurit.

Sugiono juga pernah  menjabat sebagai sekretaris pribadi Prabowo Subianto dan mendampinginya dalam waku yang terbilang lama.

Tak lama menjabat sebagai sekretaris Prabowo, Sugiono terjun ke dunia politik sebagai kader yang aktif sejak tahun 2008 dan kemudian menjabat sebagai Wakil Ketua Umum dan Harian Gerindra pada peroide 2020-2025.

Tak hanya itu, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI.

Disamping itu, Sugiono juga sosok yang juga dikenal sebagai anak ideologis Prabowo Subianto, sosok cerdas yang berada di lingkaran terdekat Prabowo.

Ketekunan yang dia miliki, tidak heran jika ia dipilih sebagai Menteri Luar Negeri RI dalam meneruskan kepemimpinan Retno Marsudi, Sugiono pada periode 2024-2029 bersama dengan 3 orang wamenlu yang memiliki fokus pada bidang berbeda.

Untuk kali pertama dalam sejarah Indonesia memiliki 3 Wamenlu.

Ketiga Wakil Menteri Luar Negeri, yakni Armanatha Nasir, Anis Matta, Arif Hafas Oegroseno. Dua diataranya, Armanatha Nasir dan Arif Havas Oegroseno yang menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk PBB. Sedangkan Anis Matta merupakan Ketua Umum Partai Gelora.

Muhammad Anis Matta

Muhammad Anis Matta (lahir di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 7 Desember 1968) merupakan seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) dan juga salah satu pendiri Partai Keadilan Sejahtera.

Anis Matta memiliki banyak pengalaman dalam bidang politik, diantaranya pada tahun 2004-2009 dan 2009-2014 diamanahkan menjadi anggota DPR Sulawesi Selatan.

Pada periode keduanya Anis diangkat menjadi Wakil Ketua DPR RI. Pada tahun 2013-2015, pria yang fasih dalam berbahasa arab itu diangat oleh Majelis Syuro PKS menjadi Presiden Partai.

Selain memiliki banyak pengalaman dalam bidang politik, Anis juga sosok yang produktif dalam menulis buku. Terhitung dia telah menerbitkan 10 buku hasil goresan tangannya.

Arrmanatha Nasir

Arrmanatha Nasir adalah Duta Besar (Dubes) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), namanya juga pernah tercatat sebagai salah satu diplomat di Kementerian Luar Negeri.

Sebagai salah satu wamenlu pada Kabinet Prabowo-Gibran, dia pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Perancis, Andorra, Monakka dan Unesco.

Tak hanya itu, Nasir juga pernah menjabat sebagai Sekretaris kedua dan sekaligus negosiator pada Organisasi Perdagangan Dunia, serta sekretaris pertama di Perutusan Tetap Indonesia untuk PBB di New York

Arif Havas Oegroseno

Arif Havas Oegroseno merupakan seorang diplomat karir di Kementerian Luar Negeri RI.

Sosok kelahiran Semarang ini, sebelum diangkat sebagai Wamenlu pada Kabinet Merah Putih, Havas menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Jerman.

Havas memiliki banyak pengalaman dalam dunia diplomasi. Beberapa kali dia diamanahkan menjadi Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa.

Havas juga pernah menduduki peran sebagai Presiden Konferensi Hukum Laut Internasional PBB pada tahun 2010-2011.

Dengan berbagai pengalaman, prestasi dan posisi yang pernah diraih oleh Menlu dan Wamenlu di bawah Kabinet Merah Putih, tentunya besar harapan Bangsa Indonesia untuk menciptakan dan mengembangkan hubungan baik dengan berbagai diplomasi dan kerjasama yang akan dijalani kedepannya dalam Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

 

(Nur/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait