Usai Ungkap Dugaan Kasus MBG, Sony Sonjaya Harap Keluarga Mendapatkan Perlindungan
Jumat, 26 Juni 2026
Pengunggah: Redaksi
Eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, meminta jaminan perlindungan bagi keluarganya di tengah komitmennya mengungkap dugaan keterlibatan sejumlah tokoh dalam kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan tersebut disampaikan setelah upayanya memperoleh status justice collaborator (JC) ditolak oleh Kejaksaan Agung.
Melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, Sony berharap Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) tetap memberikan perlindungan atas keselamatan dirinya beserta keluarga. Menurut Krisna, perlindungan menjadi hal yang mendesak mengingat kliennya berencana membuka nama-nama pihak yang diduga memiliki peran penting dalam skandal korupsi program MBG.
"Mengingat tidak adanya jaminan keamanan dan keselamatan bagi Sony Sonjaya maupun keluarganya ketika bersaksi untuk mengungkap nama-nama yang diduga terlibat dalam skandal korupsi MBG ini," ujar Krisna, Rabu (24/6).
Ia pun berharap LPSK dapat bersikap objektif dalam memutuskan permohonan perlindungan yang telah diajukan, tanpa dipengaruhi intervensi dari pihak mana pun. Menurutnya, keberanian seorang saksi untuk mengungkap dugaan korupsi seharusnya diimbangi dengan jaminan keamanan yang memadai, terlebih apabila informasi yang disampaikan berpotensi menyeret tokoh-tokoh berpengaruh.
Di sisi lain, Kejaksaan Agung memiliki alasan berbeda dalam menolak permohonan JC tersebut. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa penyidik menilai Sony merupakan salah satu pelaku utama dalam perkara dugaan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Karena itu, ia dinilai tidak memenuhi syarat sebagai justice collaborator yang pada umumnya diberikan kepada pelaku dengan peran lebih kecil untuk membantu membongkar aktor utama.
Selain itu, penyidik juga menilai Sony belum mengakui perbuatannya dalam pemeriksaan terakhir. Padahal, pengakuan atas tindak pidana yang dilakukan merupakan salah satu syarat utama agar permohonan sebagai justice collaborator dapat dipertimbangkan.
Perbedaan pandangan antara pihak kuasa hukum dan penyidik tersebut menempatkan LPSK pada posisi yang krusial. Di satu sisi, lembaga tersebut diharapkan mampu menjamin keamanan seseorang yang mengaku siap mengungkap dugaan korupsi berskala besar. Namun di sisi lain, proses pemberian perlindungan juga harus tetap berlandaskan ketentuan hukum yang berlaku agar tidak mengganggu integritas proses penyidikan.
Kasus ini kembali menegaskan bahwa perlindungan terhadap saksi maupun pihak yang bersedia membuka dugaan tindak pidana korupsi menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pengungkapan perkara secara menyeluruh. Sementara itu, publik masih menantikan sejauh mana dugaan keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus korupsi program MBG dapat dibuktikan melalui proses hukum yang transparan dan akuntabel.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News - Sebuah Helikopter yang membawa Presiden Iran, Ebrahim Raisi beserta rombongan dikabarkan jatuh Kecelakaan....
NewsSenin, 20 Mei 2024
News - Dalam acara pengukuhan peserta Paskibraka Nasional 2024 di IKN, Selasa (13/8) terlihat bahwa tidak ada sat...
NewsJumat, 16 Agustus 2024
News – Suasana duka masih menyelimuti keluarga Rusdamdiansyah alias Dandi, driver ojek online yang tewas diania...
NewsKamis, 11 September 2025
News - Peristiwa mengenaskan terjadi di Kabupaten Jayapura, di mana seorang oknum anggota TNI Angkatan Udara (AU)...
NewsSenin, 16 Desember 2024
News – Sejumlah warga di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi korban dugaan penipuan berkedo...
NewsKamis, 12 Juni 2025
Advokat Perempuan Indonesia (API) menyerukan agar DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-undang Kitab Hukum A...
NewsKamis, 20 November 2025
Pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Data terbaru yang didapatkan dari ...
NewsJumat, 07 November 2025
News - Tegangnya hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan kembali terasa setelah aksi peledakan yang dilakuk...
NewsSelasa, 22 Oktober 2024
Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang datang dari Jakarta menjadi kebahagiaan untuk masyarakat adat OHongana di H...
NewsSabtu, 25 Oktober 2025
News - Suryadharma Ali, meninggal dunia pada Kamis (31/7/2025), pukul 04.25 WIB di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta...
NewsKamis, 31 Juli 2025