OpenAI Kembali Digugat, Kali Ini 45 Media Menggugat Terkait Hak Cipta
Sabtu, 26 April 2025
Pengunggah: Redaksi
Tech – OpenAI kembali terseret masalah hukum. Kali ini, perusahaan teknologi yang dikenal lewat ChatGPT itu digugat oleh Ziff Davis, raksasa media digital yang menaungi lebih dari 45 portal media ternama seperti IGN, CNET, PCMag, LifeHacker, dan Everyday Health.
Dalam gugatan yang diajukan ke pengadilan federal di Delaware, Amerika Serikat, Ziff Davis menuding OpenAI secara sengaja dan berulang kali menggunakan konten milik mereka tanpa izin untuk melatih sistem kecerdasan buatan. Parahnya, mereka juga dituduh menghapus informasi hak cipta dari konten tersebut.
“OpenAI telah mengeksploitasi karya jurnalistik kami tanpa seizin dan tanpa kompensasi apa pun,” tulis Ziff Davis dalam dokumen resmi yang pertama kali dilaporkan The New York Times.
Lebih lanjut, perusahaan media ini mengklaim menemukan ratusan artikel milik mereka di dalam WebText, dataset yang pernah dibuka ke publik dan digunakan OpenAI untuk melatih model AI generatif.
Dalam gugatan tersebut, Ziff Davis menuntut agar semua dataset yang mengandung karya mereka dihancurkan dan meminta pengadilan menghentikan penggunaan konten tanpa lisensi.
Menanggapi tuduhan tersebut, juru bicara OpenAI, Jason Deutrom, menyatakan bahwa pelatihan model AI mereka didasarkan pada data yang tersedia secara publik dan tetap mengacu pada prinsip fair use.
“Model kami mendorong kreativitas, mendukung riset medis dan ilmiah, serta membantu jutaan orang setiap hari,” ujar Deutrom.
Namun, gugatan ini menambah panjang daftar tuntutan hukum terhadap OpenAI. Sebelumnya, perusahaan yang didukung Microsoft ini telah digugat oleh The New York Times, Dow Jones, serta sejumlah penulis dan seniman visual atas isu serupa.
Di sisi lain, sejumlah media seperti Vox Media, The Atlantic, Financial Times, dan The Associated Press telah lebih dulu memilih jalur damai dengan menandatangani perjanjian lisensi konten bersama OpenAI.
Isu hak cipta memang menjadi tantangan besar di tengah kemajuan AI. OpenAI bahkan sempat meminta pemerintah AS untuk melonggarkan aturan soal pelatihan AI dengan materi berhak cipta, dalam proposal bertajuk AI Action Plan.
Mereka berargumen, kebijakan yang terlalu ketat justru bisa menghambat inovasi dan membuat AS tertinggal dari negara lain seperti China. Salah satu usulannya adalah merevisi definisi fair use dalam Copyright Act of 1976, agar lebih berpihak pada pengembang AI.
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Teknologi - Baru-baru ini dunia Teknologi Informasi mengalami guncangan yang sangat dahsyat, bahkan kejadian te...
TechSelasa, 23 Juli 2024
Jakarta - Seiring berkembang pesatnya teknologi seperti yang kita rasakan saat ini, nyatanya sangat membantu akti...
TechSabtu, 01 Juli 2023
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan mulai membatasi akses media sosial bagi anak...
TechRabu, 11 Maret 2026
Teknologi – Salah satu pendiri Google yang satu ini menambahkan satu lagi pulau ke koleksi pulau pribadi yang...
TechSabtu, 17 Februari 2024
Teknologi – Royole Technologies, pelopor teknologi ponsel layar lipat pertama di dunia, secara resmi dinyatakan...
TechKamis, 21 November 2024
Teknologi - Baru-baru ini, Instagram mengejutkan penggunanya dengan rencana penghapusan fitur Arsip Story, sebuah...
TechSelasa, 01 Oktober 2024
Teknologi - Kabar kurang mengenakkan datang dari salah satu startup edutech Zenius yang mengumumkan berhenti bero...
TechJumat, 05 Januari 2024
Teknologi - Sebagai negara yang mengandalkan Internet dari Starlink dalam perang melawan Rusia, nasib Ukraina di...
TechSelasa, 28 Mei 2024
Baru-baru ini, Administrasi Siber Cina alias CAC, regulator internet di Cina mewajibkan influencer memiliki serti...
TechKamis, 30 Oktober 2025
Teknologi - Kecanggihan teknologi yang tak terbendung dan dinikmati oleh semua penduduk bumi saat ini, tentu tak ...
TechKamis, 10 Oktober 2024