Akibat Tragedi Kecelakaan Jeju Air, Pemerintah Korsel akan Robohkan Tembok Bandara

Kamis, 23 Januari 2025

3260

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Foto: Jatuhnya Jeju Air (BBC).

Travel - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) akan merobohkan tanggul beton di Bandara Internasional Muan yang diduga menjadi sebab dari kecelakaan pesawat Jeju Air 7C2216 bulan lalu.

Langkah ini diambil menyusul kritik terhadap desain landasan pacu dan struktur tanggul yang tidak memenuhi standar keselamatan.

Kementerian Transportasi Korea Selatan, sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (23/1/2025), mengungkapkan bahwa tanggul beton di ujung landasan pacu menjadi penyebab utama kerusakan fatal dalam kecelakaan tersebut.

Pesawat dilaporkan meluncur dengan kecepatan tinggi setelah gagal menurunkan roda pendaratan, hingga akhirnya menabrak struktur tanggul dan meledak.

"Bandara Internasional Muan berencana sepenuhnya menghancurkan tanggul beton tersebut dan memasang kembali localiser dalam struktur yang lebih aman," jelas Kementerian Transportasi dalam pernyataannya.

Tak hanya di Muan, pemerintah juga akan meninjau dan membangun ulang fondasi menara pemandu di tujuh bandara lain, termasuk Bandara Internasional Jeju, salah satu bandara tersibuk di Korea Selatan.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh area keselamatan landasan pacu memiliki panjang minimal 240 meter, sesuai dengan regulasi internasional.

Sebagai catatan, area keselamatan di Bandara Muan sebelumnya hanya sepanjang 200 meter.

Sejauh ini, kecelakaan pesawat Jeju Air masih dalam penyelidikan. Dugaan awal menyebut tabrakan dengan burung sebagai salah satu pemicu, namun video yang beredar menunjukkan pesawat menghantam pondasi beton sebelum meledak.

Para ahli menilai desain landasan pacu Muan turut menjadi sorotan karena tidak menyediakan zona bebas hambatan yang cukup.

Penutupan operasional Bandara Internasional Muan kini diperpanjang hingga 18 April 2025 untuk keperluan renovasi dan penyesuaian standar keselamatan.

Di tengah investigasi ini, Kepolisian Korea Selatan mengungkapkan bahwa Son Chang-wan, mantan presiden Korea Airports Corporation, ditemukan tewas di rumahnya pada Selasa lalu dalam dugaan bunuh diri.

Son diketahui menjabat saat struktur di Bandara Muan direnovasi, namun pihak kepolisian menegaskan bahwa ia tidak dalam penyelidikan terkait kecelakaan tersebut.

Langkah ini adalah komitmen pemerintah Korsel dalam meningkatkan keselamatan penerbangan demi mencegah tragedi serupa terulang di masa depan.

 

(Far/Tir)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait