Daftar Negara Tersopan di Dunia, Jepang Tempati Posisi Teratas

Kamis, 09 April 2026

415

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber gambar: Orang Jepang mengenakan hakama, pakaian tradisional untuk upacara kelulusan universitas

Citra kesopanan global kembali menempatkan Jepang di posisi puncak. Dalam survei yang dilakukan Remitly terhadap sekitar 4.600 responden dari 26 negara, Negeri Sakura dipilih sebagai negara paling sopan dengan perolehan suara mencapai 35,15 persen. Hasil ini sekaligus mempertegas persepsi global bahwa kesopanan di Jepang bukan sekadar norma, melainkan sistem nilai yang hidup dalam keseharian.
Dilansir dari Time Out, kesopanan dalam survei ini tidak hanya diukur dari keramahan, tetapi juga mencakup norma sosial, etika komunikasi, hingga cara masyarakat menjaga ruang publik. Dengan kata lain, kesopanan dilihat sebagai praktik sosial yang menyeluruh—dari bahasa hingga perilaku.

Di Jepang, praktik seperti membungkuk saat menyapa, penggunaan bahasa honorifik, hingga kebiasaan menjaga ketertiban di ruang publik menjadi simbol kuat penghormatan terhadap orang lain. Namun, menariknya, masyarakat Jepang sendiri justru cenderung menilai tingkat kesopanan mereka lebih rendah. Fenomena ini mencerminkan nilai kerendahan hati yang mengakar, sekaligus menunjukkan bahwa standar kesopanan di sana mungkin jauh lebih tinggi dibandingkan persepsi global.

Di bawah Jepang, sejumlah negara Barat mendominasi daftar, seperti Kanada dan Inggris. Kanada dikenal dengan budaya empati dan kebiasaan meminta maaf, bahkan dalam situasi kecil. Sementara Inggris mempertahankan tradisi etika berbahasa yang kuat—“please”, “sorry”, dan “thank you” bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari identitas sosial.

Sementara itu, China menunjukkan bahwa kesopanan juga berakar pada nilai filosofis. Pengaruh Konfusianisme membentuk cara masyarakat menjaga harmoni sosial melalui komunikasi yang halus dan penghormatan terhadap hierarki. Berbeda lagi dengan Jerman, di mana kesopanan lebih tercermin dalam disiplin, ketepatan waktu, dan kepatuhan terhadap aturan.

Negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Australia, Prancis, Spanyol, hingga Selandia Baru melengkapi daftar dengan karakter kesopanan yang beragam—mulai dari keterbukaan, egalitarianisme, hingga penghargaan terhadap interaksi sosial.

Meski demikian, hasil survei ini tidak lepas dari catatan kritis. Standar “kesopanan” yang digunakan masih sangat dipengaruhi oleh pengalaman subjektif responden dan konteks budaya masing-masing. Apa yang dianggap sopan di satu negara belum tentu memiliki makna yang sama di negara lain. Misalnya, komunikasi langsung yang dianggap jujur di Jerman bisa dinilai kurang halus di budaya Asia, sementara sikap terlalu ramah di Amerika bisa dipersepsikan berbeda dalam masyarakat yang lebih menjaga jarak sosial.

Selain itu, dominasi negara maju dalam daftar ini juga membuka pertanyaan tentang bias persepsi global. Apakah kesopanan benar-benar diukur secara objektif, atau justru dipengaruhi oleh eksposur media, pariwisata, dan stereotip internasional?

Pada akhirnya, survei ini memperlihatkan bahwa kesopanan bukan sekadar soal etika individu, melainkan refleksi dari nilai sosial, sejarah, dan cara suatu masyarakat memaknai hubungan antarmanusia. Jepang mungkin berada di posisi teratas, tetapi makna kesopanan tetap cair—berubah mengikuti konteks budaya dan perspektif global.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait