Youtuber Ini Kesal Saat Berwisata Justru Dipalak oleh Warga Lokal, Bupati Minta Maaf
Senin, 19 Mei 2025
Pengunggah: Wilna Liana Az Zahra
Travel – Pengalaman tak menyenangkan dialami pasangan suami istri (pasutri) sekaligus content creator, John dan Riana, saat berkunjung ke Kampung Adat Ratenggaro, Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur.
Keduanya, yang dikenal lewat channel YouTube Jajago Keliling Indonesia, membagikan pengalaman mereka saat dipalak oleh sejumlah warga lokal.
Kejadian tersebut kemudian viral setelah diunggah ke Instagram @jajago.keliling.indonesia. Dalam video tersebut, John mengaku sempat dikerubungi anak-anak dan orang dewasa yang menawarkan jasa foto serta meminta uang dengan berbagai alasan, mulai dari membeli buku hingga untuk “uang rokok.”
“Awalnya kami sepakat sewa kuda Rp50 ribu, pas bayar naik jadi Rp75 ribu. Jasa foto juga naik dari Rp10 ribu jadi Rp25 ribu,” tulis akun tersebut, Minggu (18/5/2025).
Pasutri tersebut menyebut pengalaman ini membuat mereka merasa tidak nyaman menikmati keindahan budaya Sumba.
Tak berhenti di situ, saat hendak pulang, mobil mereka bahkan diadang beberapa orang dan diminta uang lagi. Peristiwa ini terjadi pada 12 Mei 2025 dan meninggalkan kesan kurang enak bagi John dan Riana.
Lebih lanjut. John dan Riana menegaskan bahwa panorama alam dan budaya Sumba sangat memesona, dan selama perjalanan mereka juga bertemu banyak warga lokal yang ramah.
“Kami yakin ini hanya ulah oknum,” tegas John dalam unggahannya.
Menanggapi hal ini, Bupati SBD Ratu Ngadu Bonu Wulla langsung buka suara. Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada John dan Riana atas kejadian yang mencoreng nama baik pariwisata daerahnya.
“Saya mohon maaf atas pengalaman yang dialami wisatawan. Ini jadi catatan penting bagi kami untuk pembenahan ke depan,” ujarnya melalui sambungan telepon, Minggu malam.
Di sisi lain, Plt Kepala Dinas Pariwisata SBD, Christofel Horo, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kecamatan, Polsek, Danramil, dan tokoh masyarakat setempat untuk mencari solusi.
Sosialisasi kepada masyarakat akan dilakukan pada 20 Mei, dan evaluasi menyeluruh dijadwalkan pada 23 Mei di tingkat kabupaten.
“Kita akan edukasi masyarakat agar sadar wisata. Jangan sampai satu kejadian seperti ini merusak citra baik pariwisata Sumba,” ucap Christofel.
Tak hanya itu, Ratu Wulla, yang baru tiga bulan menjabat sebagai bupati, juga menambahkan bahwa pembenahan sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas program 100 harinya.
“Kami ingin potensi pariwisata SBD benar-benar dikelola secara bijak dan profesional, agar wisatawan merasa aman dan nyaman,” pungkasnya.
(Wil/Far)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Travel — Sejarah mencatat bahwa bencana alam pernah terjadi di abad ke-20. Mulai dari gelombang laut yang menel...
TravelJumat, 01 Agustus 2025
Travel - Sobat youtz pasti sudah tidak asing lagi kan sama binatang Koala. Binatang yang menggemaskan dan suka me...
TravelJumat, 05 Juli 2024
Travel - Apa yang akan kamu rasakan, jika pesawat yang kamu tunggangi mendarat darurat bukan karena ada problem b...
TravelSenin, 05 Agustus 2024
Travel - Setelah beberapa tahun ditutup, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali membuka jalur pendak...
TravelSelasa, 24 Desember 2024
Travel - Aloha Sobat Youtz! Menjelang libur tahun ajaran baru 2024/2025 yang berdurasi sangat panjang, kita mempu...
TravelJumat, 19 Juli 2024
Travel - Masyarakat dikejutkan dengan harga tiket pesawat yang melonjak naik. Bahkan warganet sampai curhat di me...
TravelKamis, 21 Maret 2024
Travel - Sempat viral, aksi protes penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) terhadap eskalator di Stasiun Bekasi yang t...
TravelJumat, 09 Februari 2024
Travel - Pada hari Kamis (16/5/2024) Amerika Serikat melabuhkan dermaga di Gaza untuk membantu meningkatkan pengi...
TravelRabu, 22 Mei 2024
Travel - Sobat Youtz, pemerintah Indonesia baru saja merilis tarif baru untuk pembuatan paspor. Perubahan tarif ...
TravelSenin, 28 Oktober 2024
Travel - Baru-baru ini Singapura merilis data kunjungan turis sepanjang tahun 2023. Dan hasilnya, Indonesia menj...
TravelJumat, 02 Februari 2024