Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan, TRI Sukses Gelar Youth Action Festival 2025

Kamis, 06 Februari 2025

4760

Pengunggah: Anna Lutfhiah

gambar-utama
Foto: Youth Action Festival 2025 (Dok/Pri).

Community – Trash Ranger Indonesia sukses menggelar Youth Action Festival (YAFEST) 2025 di Batoo Farm Adventure, Bogor.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya kelestarian alam serta membangun kepedulian terhadap permasalahan lingkungan.

Sebagai bagian dari upaya mempromosikan Geopark Bogor, YAFEST 2025 menjalin kerja sama antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Geopark Youth Forum, dan Batoo Farm Adventure.

Acara ini dihadiri oleh 60 peserta yang terbagi dalam sepuluh kelompok, dengan agenda utama berupa edukasi lingkungan dan aksi nyata dalam pengelolaan sampah.

Dalam festival ini, peserta diajak memanfaatkan minyak jelantah, sampah daur ulang, dan buku bekas berkualitas tinggi sebagai bagian dari proyek keberlanjutan.

Sebanyak 80,55 liter minyak jelantah berhasil dikumpulkan dan akan digunakan untuk pembuatan biodiesel.

Selain itu, peserta juga diajak bermain permainan kelompok yang menguji tanggung jawab dan kreativitas mereka.

Lebih lanjut, talkshow inspiratif menjadi salah satu agenda utama YAFEST 2025. Pada kesempatan tersebut, dimoderatori oleh Assyifa Uzzahro Khoerunnisa dan diawali dengan sambutan dari Muhammad Fajar Fadillah.

Salah satu pembicara, Dimas Dwi Pangestu selaku pendiri Trash Ranger Indonesia, menekankan bahwa komunitas memiliki peran besar dalam membantu mahasiswa mengelola beban tanggung jawab mereka.

“Mahasiswa sering merasa terbebani dengan tugas dan tanggung jawab. Namun, dengan dukungan komunitas, beban tersebut dapat dikurangi. Komunitas harus menjadi tempat yang nyaman bagi anggotanya,” ujar Dimas.

Sementara itu, Wakil Pengelola Batoo Farm Adventure, Ossy Ersita, menyoroti bagaimana batu yang dulu dianggap mengganggu kini menjadi bagian dari identitas tempat tersebut.

Hal ini menjadi analogi bahwa sesuatu yang tampak tidak berguna dapat diberdayakan menjadi sesuatu yang bernilai.

Di sisi lain, Rahmi Karmellia, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Bappedalitbang Kabupaten Bogor, turut hadir dalam acara ini.

Rahmi mengapresiasi upaya Trash Ranger Indonesia dalam menyelenggarakan YAFEST 2025 dan berharap kegiatan ini dapat menjadi program tahunan yang mendapat dukungan lebih luas, termasuk dari sektor swasta.

Setelah sesi talkshow, peserta diajak untuk melakukan aksi bersih-bersih lingkungan di sekitar Batoo Farm Adventure.

Peserta dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan jenis sampah yang dikumpulkan, termasuk Styrofoam, botol plastik, dan sampah sulit terurai seperti popok sekali pakai serta pecahan kaca.

Selama dua jam, sebanyak 90 peserta berhasil mengumpulkan hingga 40 karung sampah. Sampah-sampah ini kemudian diklasifikasikan dan dibersihkan di tempat pencucian yang telah disediakan.

Proses pembersihan berlangsung dengan tantangan tersendiri, seperti kondisi air sungai yang tersumbat hingga setinggi lutut orang dewasa akibat tumpukan sampah.

Melalui YAFEST 2025, Trash Ranger Indonesia terus berkomitmen mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya aksi nyata dalam menjaga lingkungan.

Festival ini bukan hanya ajang belajar, tetapi juga ruang bagi anak muda untuk berkontribusi dalam gerakan lingkungan yang lebih besar. Dengan dukungan pemerintah dan komunitas, diharapkan semakin banyak aksi kolektif yang berkontribusi bagi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

 

(Ann/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait