Klarifikasi UIPM Thailand Terkait Kritik Gelar Doktor untuk Raffi Ahmad

Kamis, 03 Oktober 2024

4935

Pengunggah: Wilna Liana Az Zahra

gambar-utama
Foto: Raffi Ahmad Saat mendapatkan Gelar Doktor HC (Oposisi Cerdas).

Edukasi - Nama Universitas Universal Institute of Professional Management (UIPM) Thailand belakangan ini ramai diperbincangkan setelah memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada selebriti Indonesia, Raffi Ahmad.

Sayangnya pemberian penghargaan tersebut menuai kritik dari netizen Indonesia yang mempertanyakan legalitas institusi tersebut. 

Tidak sedikit warganet yang menelusuri lebih dalam terkait keberadaan UIPM Thailand hingga memunculkan spekulasi bahwa alamat kampus tersebut adalah palsu.

Salah satu akun X @Ibr**** menulis sebuah utas pada Minggu, (29/9/2024) yang mengungkapkan keberadaan kampus tersebut. 

Ia menelusuri alamat UIPM Thailand yang tertera di laman resminya dan hasilnya cukup mengejutkan. Tidak ada kampus di alamat tersebut, melainkan sebuah hotel.

Menanggapi hal tersebut, UIPM mengeluarkan klarifikasi yang menyatakan bahwa mereka memang beroperasi penuh secara daring, yang artinya mereka tidak memerlukan kampus fisik untuk menjalankan kegiatan pendidikan.

“Keberadaan UIPM dalam menjalankan Pendidikan Tinggi dengan format Pendidikan Tinggi Distance Education (Pendidikan Jarak Jauh) dan menggunakan system pendidikan Full 100% Online Learning, Virtual Campus atau Nonreal Campus secara jelas dan dipublikasikan baik di website resmi UIPM,” tulis akun Instagram @uipmun, pada Selasa (1/10/2024).

UIPM juga menekankan bahwa program pendidikan mereka sah dan diakui secara internasional, termasuk gelar Doktor Honoris Causa yang diberikan dari kampus. 

“Prosedur Gelar Doctor Honoris Causa (Dr. HC) dari UIPM yang diberikan kepada individu berprestasi diakui sah oleh QAHE (Quality Assurance Higher Education) sebagai Lembaga Akreditasi Internasional dan juga oleh Lembaga Pendidikan dari Order of Kingdom Prussia,” tulisnya.

Raffi Ahmad sendiri tidak menanggapi banyak terkait kontroversi ini, tetapi penghargaan yang diterimanya tetap menjadi sorotan, khususnya dalam dunia pendidikan. 

Hal ini memunculkan pertanyaan lebih besar di kalangan masyarakat mengenai penghargaan akademik dan apakah figur publik layak menerima gelar kehormatan tersebut tanpa latar belakang akademik yang jelas.

Melihat banyaknya netizen yang mencurigai kampus tersebut, UIPM memberikan pernyataan bahwa pihak mereka tak akan segan-segan melaporkan netizen yang melakukan tuduhan, fitnah hingga pencemaran nama baik pada kampus ini. 

“Apabila ada para pihak yang melakukan fitnah dan pencemaran nama baik melalui elektronik bagi Lembaga UIPM UN ECOSOC cabang UIPM Thailand dan alumni UIPM Thailand, maka kami selaku kuasa hukum Lembaga UIPM UN ECOSOC akan mengambil langkah hukum bagi pihak-pihak tersebut,” tutupnya.

 

(Wil/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait