Negara Paling Berpendidikan di Dunia. Indonesia Nomor Berapa?
Kamis, 30 Oktober 2025
Pengunggah: Redaksi
Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) kembali merilis laporan tahunan bertajuk Education at a Glance 2025. Riset ini memetakan tingkat pendidikan penduduk usia produktif (25–64 tahun) di 45 negara yang telah menempuh pendidikan tinggi, seperti diploma, sarjana, atau pascasarjana.
Tingginya tingkat pendidikan di suatu negara dianggap berkontribusi besar terhadap produktivitas dan inovasi ekonomi berbasis pengetahuan. Berdasarkan laporan ini, Kanada kembali menempati posisi teratas sebagai negara paling berpendidikan di dunia. Hampir dua pertiga warganya telah menamatkan pendidikan di tingkat universitas atau perguruan tinggi. Disusul oleh Irlandia dan Korea Selatan yang juga mencatat proporsi tinggi lulusan pendidikan tinggi.
Berikut ini daftar 45 negara paling berpendidikan di dunia berdasarkan laporan tahunan OECD 2025 :
- Kanada – 64,7% penduduk bergelar perguruan tinggi
- Irlandia – 57,5%
- Korea Selatan – 56,2%
- Luksemburg – 54,4%
- Inggris – 53,8%
- Australia – 53,1%
- Swedia – 51,8%
- Amerika Serikat – 50,7%
- Israel – 50,5%
- Norwegia – 50,4%
- Lituania – 47,7%
- Swiss – 46,5%
- Denmark – 45,1%
- Belanda – 45,1%
- Belgia – 45,0%
- Islandia – 44,5%
- Selandia Baru – 44,0%
- Prancis – 43,4%
- Finlandia – 42,7%
- Estonia – 42,5%
- Spanyol – 42,3%
- Latvia – 40,5%
- Polandia – 39,5%
- Austria – 37,7%
- Yunani – 35,3%
- Republik Ceko – 34,6%
- Jerman – 34,2%
- Portugal – 33,2%
- Hungaria – 32,3%
- Slovenia – 32,0%
- Slovakia – 31,6%
- Jepang – 31,0%
- Italia – 30,4%
- Chili – 30,1%
- Turki – 29,6%
- Meksiko – 28,1%
- Brasil – 25,9%
- Kolombia – 25,5%
- Argentina – 24,2%
- Indonesia – 22,1%
- Afrika Selatan – 21,3%
- India – 17,9%
- Arab Saudi – 17,6%
- China – 15,7%
- Kosta Rika – 14,4%
Indonesia ada di urutan 40 sebagai negara berpendidikan. Angka ini masih jauh di bawah rata-rata OECD yang mencapai 39 persen. Sementara itu, sebanyak 30,4 persen penduduk Indonesia berhenti di jenjang SMA/sederajat, dan 47,5 persen belum menamatkan pendidikan menengah. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025, hanya sekitar 12,8 persen pekerja di Indonesia yang berpendidikan diploma atau sarjana. Sebagian besar tenaga kerja nasional masih didominasi lulusan SD dan SMP, baik di sektor formal maupun informal.
OECD menegaskan bahwa tingkat pendidikan sangat berkorelasi dengan inovasi dan produktivitas ekonomi. Negara-negara dengan proporsi besar lulusan universitas umumnya memiliki kapasitas riset lebih tinggi dan tenaga kerja yang lebih kompetitif.
Kanada menjadi contoh negara yang berhasil mengembangkan ekonomi berbasis pengetahuan berkat akses pendidikan tinggi yang luas. Irlandia juga menunjukkan transformasi signifikan dalam dua dekade terakhir setelah berinvestasi besar di sektor pendidikan.
Tidak semua negara menilai gelar universitas sebagai satu-satunya indikator kemajuan. Jerman dan Austria, misalnya, tetap unggul berkat sistem pendidikan vokasional dan program magang yang kuat. Lulusan sekolah kejuruan di kedua negara tersebut mampu langsung terserap di pasar kerja, menjadikan sistem mereka salah satu model pendidikan terintegrasi terbaik di dunia.
Riset OECD 2025 juga menyoroti kesenjangan kesempatan belajar yang masih lebar di banyak negara. Secara rata-rata, hanya 26% anak muda dari keluarga tanpa pendidikan menengah atas yang berhasil mencapai pendidikan tinggi, dibandingkan 70% dari keluarga berpendidikan tinggi. Ketimpangan ini berimplikasi pada mobilitas sosial dan peluang ekonomi. OECD menegaskan pentingnya kebijakan yang memastikan akses setara ke pendidikan tinggi, terutama di negara-negara berkembang.
Penulis : Anna. L
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Education — Tidak semua mimpi harus berangkat dari kota besar. Dari pedesaan di Tanjungsari, Sragen, Edward Hik...
EducationKamis, 10 Juli 2025
Edukasi - Mahasiswa Program Studi Analisis Kimia Sekolah Vokasi IPB University berhasil menginspirasi generasi mu...
EducationSenin, 25 November 2024
Edukasi - Sobat Youtz, perlu kita pahami bersama bahwa cita-cita untuk mencapai kesuksesan bersifat universal, na...
EducationSenin, 25 September 2023
Edukasi - Hallo, Sobat Youtz! Siapa yang saat ini sedang berjuang mendapatkan beasiswa baik dalam negeri maupun l...
EducationJumat, 06 Oktober 2023
Edukasi – Kabar baik bagi siswa yang aktif berorganisasi! Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikda...
EducationJumat, 31 Januari 2025
Edukasi - Sobat Youtz pasti dibuat heran ketika mendengar Bekas Popok bayi bisa menjadi pengganti pasir dalam pro...
EducationSenin, 09 Oktober 2023
Kesehatan - Permasalahan tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan serius di Indonesia, termasuk di Kota Bogor. ...
EducationJumat, 14 Februari 2025
Edukasi - Sobat Youtz pasti sudah tau kalo Skena menjadi suatu istilah yang ramai diperbincangkan dan menjadi sua...
EducationSelasa, 17 Oktober 2023
Edukasi - Baru-baru ini Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Makarim m...
EducationKamis, 31 Agustus 2023
Education – Harapan Nur Febri Susanti (38), seorang ibu rumah tangga di Pamulang, untuk menyekolahkan dua anakn...
EducationKamis, 17 Juli 2025