Mahasiswa UMS Kenalkan Budaya Batik Nusantara kepada Anak Sanggar Bimbingan Sungai Buloh melalui Program Praktik Membatik
Selasa, 12 Mei 2026
Pengunggah: Redaksi
Selasa, 12 Mei 2026, mahasiswa delegasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam program KKN Internasional: Mangunsari Goes Abroad kembali melaksanakan program kerja edukatif di Sanggar Bimbingan (SB) Kampung Melayu Sungai Buloh, Malaysia. Dalam kegiatan tersebut, Irfan Malik Tamroini, Muhamad Royan, dan Rizky Taufikurahman mengadakan praktik membatik sederhana bersama 25 anak usia 6 hingga 12 tahun sebagai upaya memperkenalkan warisan budaya Indonesia sejak dini.
Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Sanggar Bimbingan dengan konsep pembelajaran kreatif dan interaktif. Sebanyak 25 anak dibagi menjadi lima kelompok kecil agar proses pendampingan lebih efektif. Setiap kelompok didampingi langsung oleh mahasiswa KKN, di mana Irfan Malik, Royan, dan Rizky bertugas membimbing peserta dalam memahami teknik dasar pewarnaan batik yang telah disiapkan sebelumnya.
Program praktik membatik ini turut mendapat dukungan penuh dari Artik.Idn yang telah menyediakan berbagai perlengkapan dan alat membatik untuk menunjang kelancaran kegiatan. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman membatik yang lebih optimal bagi anak-anak peserta.
Program dimulai dengan sesi pengenalan budaya yang dibawakan oleh Irfan Malik Tamroini. Dalam pemaparannya, Irfan menjelaskan sejarah batik khas Solo sebagai salah satu identitas budaya Indonesia yang memiliki nilai seni tinggi dan telah diwariskan secara turun-temurun. Ia menekankan bahwa batik bukan sekadar kain bermotif, tetapi juga simbol filosofi, tradisi, dan kebanggaan bangsa.
“Batik Solo memiliki sejarah panjang sebagai bagian penting dari budaya Jawa dan Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami ingin adik-adik mengenal bahwa membatik adalah seni yang penuh makna sekaligus warisan yang harus dijaga,” ujar Irfan Malik Tamroini saat memberikan penjelasan kepada peserta.
Setelah sesi materi, Irfan juga mendemonstrasikan secara langsung cara mewarnai pola batik dengan teknik sederhana yang mudah dipahami anak-anak. Demonstrasi tersebut disambut antusias oleh peserta yang tampak bersemangat mengikuti setiap arahan. Anak-anak kemudian mulai mewarnai pola batik masing-masing dengan kreativitas dan warna pilihan mereka sendiri.
Muhamad Royan dan Rizky Taufikurahman turut aktif mendampingi kelompok-kelompok kecil selama proses berlangsung. Mereka membantu anak-anak memahami teknik pewarnaan, menjaga kerapian, sekaligus memberikan motivasi agar peserta percaya diri dalam berkarya. Secara tidak langsung, kegiatan ini juga melatih kreativitas, kesabaran, dan rasa bangga terhadap budaya Nusantara.
Pengelola Sanggar Bimbingan, Cikgu Yayak, memberikan apresiasi tinggi terhadap program tersebut. Menurutnya, kegiatan praktik membatik menjadi pengalaman baru yang sangat bermanfaat bagi anak-anak di Sanggar Bimbingan.
“Kami sangat senang dengan program ini karena anak-anak tidak hanya belajar mewarnai, tetapi juga mengenal budaya Indonesia yang kaya. Program seperti ini sangat positif karena membangun kreativitas sekaligus menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya,” ungkap Cikgu Yayak.
Ia juga menyampaikan secara tidak langsung bahwa kehadiran mahasiswa UMS serta dukungan dari Art Batik membawa warna baru dalam proses pembelajaran di Sanggar Bimbingan, khususnya melalui kegiatan berbasis budaya dan pendidikan kreatif.
Program praktik membatik ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa UMS dalam memperkenalkan identitas budaya Indonesia kepada generasi muda di luar negeri. Selain meningkatkan wawasan budaya, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan emosional antara mahasiswa KKN dengan anak-anak binaan Sanggar Bimbingan.
Melalui program ini, delegasi UMS berharap anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman menyenangkan, tetapi juga mampu memahami pentingnya menjaga budaya bangsa. Kegiatan berlangsung lancar, penuh antusiasme, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.
Dengan pendekatan edukatif yang kreatif, mahasiswa UMS terus berupaya menghadirkan program-program inspiratif selama pelaksanaan KKN Internasional di Malaysia. Praktik membatik ini menjadi bukti bahwa pengabdian masyarakat dapat dilakukan melalui pelestarian budaya, pendidikan, dan kreativitas secara bersamaan di tingkat internasional.
Penulis : Tiara De Silvanita
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Edukasi - Sobat Youtz, kita tahu bahwa anak muda memiliki peranan strategis dalam kehidupan sosial politik di Neg...
EducationSelasa, 13 Februari 2024
Edukasi - Sobat Youtz, Menjadi moderator dalam suatu acara talk show walaupun terlihat menyenangkan, pada dasarny...
EducationRabu, 01 November 2023
Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) resmi menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 secar...
EducationRabu, 13 Mei 2026
Edukasi - Sobat Youtz, kita seringkali memahami bahwa pekerjaan manajemen social media, mulai dari proses penyusu...
EducationKamis, 30 November 2023
Di era digital ini sudah saatnya personal branding menjadi prioritas buat kamu yang ingin membangun karir. Bukan ...
EducationSenin, 31 Juli 2023
Edukasi - Telkom University kembali menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada...
EducationSabtu, 14 September 2024
Education — Di museum Klaster Bukuran, Kalijambe, Sragen, sekelompok konservator tengah sibuk mengurusi fosil p...
EducationSenin, 07 Juli 2025
Edukasi - Sobat Youtz, baru-baru ini nama Dian Sastrowardoyo terlihat kembali mengunjungi Universitas Indonesia u...
EducationSabtu, 23 Desember 2023
Edukasi - Sebagai langkah nyata dalam mengembangkan wawasan dan pengalaman mahasiswanya, Universitas Islam Negeri...
EducationSenin, 18 Desember 2023
Edukasi - Tahukah Sobat bahwa dalam sistem pemerintahan negara-negara di dunia tidak hanya berbentuk presidensial...
EducationKamis, 09 November 2023