Tempe Akan Diajukan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO
Sabtu, 01 November 2025
Pengunggah: Redaksi
Dalam rangka melestarikan warisan budaya, Indonesia berencana untuk mendaftarkan “tempe” sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO. Melalui Kementerian Kebudayaan, pemerintah resmi mengajukan Budaya Tempe untuk masuk dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO pada tahun 2025 ini. Selain tempe, dua elemen budaya lain yang turut diajukan ke UNESCO adalah Teater Mak Yong dari Malaysia dan Jaranan: Seni Pertunjukan dan Ritual dari Suriname.
FYI sobat youtz, proses pengajuan unsur budaya ke UNESCO bukanlah hal yang sederhana. Setiap elemen harus melalui tahapan panjang, mulai dari dukungan komunitas budaya, penyusunan dokumen nominasi oleh para pelaku budaya, akademisi, hingga pemerintah daerah. Semua proses itu difasilitasi langsung oleh Kementerian Kebudayaan. Dalam proses ini, dilakukan berbagai kajian literatur, survei lapangan, wawancara, serta dokumentasi mendalam.
Dokumen nominasi Budaya Tempe telah disusun sesuai standar yang ditetapkan UNESCO. Setelah itu, dokumen akan melalui tahap evaluasi oleh badan penilai UNESCO sebelum mendapatkan keputusan final.
Mengapa Indonesia memilih tempe sebagai objek warisan budaya tak benda yang diajukan ke UNESCO? Menurut Menteri Kebudayaan Fadli Zon, tempe bukan hanya makanan sehari-hari masyarakat Indonesia, melainkan juga simbol pengetahuan dan kearifan lokal dalam teknologi pangan tradisional.
Menariknya, kata “tempe” telah disebut dalam Serat Centhini, naskah sastra Jawa abad ke-19 yang menggambarkan kehidupan masyarakat Jawa abad ke-16. Hal ini menunjukkan bahwa tempe telah menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas budaya Nusantara sejak ratusan tahun silam.
Selain itu, tempe juga menjadi contoh warisan kuliner berkelanjutan, karena proses pembuatannya mengandalkan fermentasi alami dari kedelai dan ragi, tanpa bahan kimia tambahan. Pengetahuan tentang pembuatan tempe diwariskan turun-temurun, menjadikannya bagian penting dari kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia.
Sebelumnya, sudah ada 16 warisan budaya tak benda Indonesia yang sudah ditetapkan UNESCO. Di antaranya keris dan pertunjukan wayang (2008), batik serta pendidikan dan pelatihan batik (2009), angklung (2010), tari Saman (2011), Noken atau tas tradisional Papua (2012), tiga genre tarian tradisional Bali (2015), kapal Pinisi (2017), pencak silat (2019), pantun (2020), gamelan (2021), budaya sehat jamu (2023), Reog Ponorogo, Kebaya, dan Kolintang (2024).
Penulis : Anna. L
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Food – Kafe di jantung Moskow kini punya menu yang bikin pecinta mainan sekaligus pencinta manis nggak bisa dud...
FoodSenin, 30 Juni 2025
Food – Sobat youtz pecinta cemilan tradisional nusantara pasti sudah tidak asing lagi dengan kue cubit, pukis, ...
FoodJumat, 02 Februari 2024
Food – Otoritas Taiwan menemukan satu batch mi instan merek Indomie varian Soto Banjar Limau Kulit asal Indones...
FoodJumat, 12 September 2025
Food - Jika biasanya untuk membuat sebuah produksi konten butuh tempat yang aman dan menyenangkan, justru hal ter...
FoodRabu, 28 Agustus 2024
Food - Di era modern ini, tren kuliner terus berkembang, menghadirkan berbagai hidangan inovatif dan menarik. S...
FoodRabu, 17 Juli 2024
Food - Sobat youtz, setuju kan kalau Indonesia disebut sebagai negara beriklim tropis dengan kekayaan alam yang m...
FoodRabu, 03 Januari 2024
Food — Bicara soal kuliner unik, ternyata setiap negara punya cara tersendiri dalam mengolah bahan yang mungkin...
FoodJumat, 19 September 2025
Food - Sebagai warga negara, kita harus terus mempertahankan kehadiran makanan tradisional. Namun, sekarang telah...
FoodSabtu, 27 Januari 2024
Food – Kuliner Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional melalui TasteAtlas Aw...
FoodJumat, 03 Januari 2025
Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menghentikan sementara operasiona...
FoodSabtu, 31 Januari 2026