Galleraj.id: UMKM yang Berdayakan Kaum Difabel

Selasa, 08 Juli 2025

2185

Pengunggah: Anna Lutfhiah

gambar-utama
Foto: Eka Rahmat bersama Pekerja Difabel (Kompas Money).

Inspirational – Di sebuah  rumah kecil yang berada di Bandung, Jawa Barat (Jabar), Eka Rahmat sempat memiliki usaha kerajinan tangan yang ia bangun bersama keluarga yang berada di ujung tanduk. Namun kini, siapa sangka, Gallery Rajut miliknya telah melayani pelanggan hingga Malaysia dan Singapura.

Berawal dari cuaca Bandung yang dingin, Eka punya ide bikin baju hangat berbahan rajut. Produk buatannya sempat jadi buruan wisatawan, baik lokal maupun luar negeri. Tapi seiring waktu, bisnis itu melemah. Tokonya pun sepi, dan omzet turun drastis.

“Sempat bingung, usaha ini mau dibawa ke mana,” cerita Eka.

Titik balik datang saat ia ditawari bergabung ke platform Shopee pada tahun 2020. Awalnya ragu. Selain belum melek digital, Eka khawatir pelanggan lama bakal kesulitan beralih ke belanja online.

Tapi dugaan itu salah besar. Perlahan tapi pasti, Eka belajar. Dia mulai memahami cara kerja toko daring, strategi diskon, hingga cara memotret produk yang menarik. Hasilnya? Sekarang 90 persen penjualan Gallery Rajut berasal dari Shopee. Bahkan produk-produknya mulai rutin dikirim ke Asia Tenggara.

Tak cuma sukses sendiri, Eka juga berbagi. Sejak 2021, ia mulai memberdayakan masyarakat sekitar, termasuk teman-teman difabel. Saat ini ada sekitar 10 orang difabel yang terlibat dalam produksi rajut. Menariknya, sistem kerja yang diterapkan tetap adil.

“Saya hanya ambil keuntungan 10 persen dari produk buatan mereka. Selebihnya buat mereka semua,” ucap Eka.

Gallery Rajut bukan cuma soal bisnis, tapi juga gerakan sosial yang memperlihatkan bagaimana UMKM lokal bisa naik kelas tanpa melupakan sisi kemanusiaan.

 

(Ann/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait