Alternatif Mudik Lebaran, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut Siapkan Pelayaran Gratis Jakarta–Bangka Belitung

Jumat, 13 Maret 2026

770

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber gambar: Dua kapal perang jenis LPD, KRI Banda Aceh-593 dan KRI Semarang-594

Menjelang arus mudik Lebaran, berbagai upaya dilakukan untuk mengurai kepadatan perjalanan darat dan laut. Salah satu langkah yang cukup menarik datang dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang memperluas program mudik gratis dengan membuka rute baru Jakarta menuju Bangka Belitung menggunakan kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD).
Rute ini menjadi pembuka rangkaian program mudik gratis TNI AL tahun 2026. Kapal dijadwalkan bertolak dari Jakarta pada Minggu, 15 Maret, atau satu hari lebih awal dibandingkan rute reguler menuju Pulau Jawa.

Langkah tersebut merupakan respons terhadap tingginya permintaan masyarakat di wilayah kepulauan yang membutuhkan akses mudik yang lebih terjangkau dan aman. Kepala Staf Angkatan Laut, Muhammad Ali, mengatakan bahwa pembukaan rute ini lahir dari aspirasi langsung masyarakat Bangka Belitung.

Menurutnya, kapal LPD yang digunakan memiliki kapasitas cukup besar sehingga mampu mengangkut penumpang sekaligus kendaraan roda dua milik pemudik. Fasilitas tersebut diharapkan mempermudah warga yang ingin pulang kampung tanpa harus menghadapi risiko kepadatan jalur darat maupun biaya transportasi yang melonjak menjelang Lebaran.

“Untuk mengangkut mereka yang akan mudik ke Bangka Belitung dan dari Bangka Belitung arus baliknya juga kembali ke Jakarta,” ujar Ali saat ditemui di dermaga Kolinlamil, Jakarta.

Tidak hanya berhenti pada rute kepulauan, TNI AL juga tetap menjalankan rute reguler mudik gratis di Pulau Jawa. Armada dijadwalkan berangkat pada Senin, 16 Maret, melayani jalur Jakarta–Semarang–Surabaya.

Untuk rute ini, TNI AL menyiapkan setidaknya dua kapal besar guna membantu mengurangi kepadatan lalu lintas darat yang kerap memuncak setiap musim mudik. Kapal-kapal tersebut nantinya juga akan melayani arus balik dengan rute yang sama dari Surabaya menuju Semarang dan kembali ke Jakarta.

Asisten Operasi KSAL, Yayan Sofiyan, sebelumnya menyebut satu kapal yang melayani rute Jawa mampu mengangkut hingga 1.000 penumpang. Program ini secara khusus menyasar pemudik pengguna sepeda motor, yang selama ini menjadi kelompok paling rentan dalam perjalanan jarak jauh.

Proses pendaftaran juga dibuat sederhana. Calon pemudik cukup menunjukkan STNK kendaraan atau identitas resmi untuk dapat mengikuti program tersebut.

Di sisi lain, upaya meningkatkan kenyamanan perjalanan juga menjadi perhatian. Untuk itu, TNI AL menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI guna memastikan kebutuhan logistik penumpang selama perjalanan terpenuhi.

Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menyatakan pihaknya akan menanggung kebutuhan makanan pemudik, termasuk untuk sahur dan berbuka puasa. Dukungan ini dinilai penting mengingat perjalanan laut berlangsung selama bulan Ramadan.

Selain dukungan logistik, sekitar 150 anak buah kapal juga disiagakan di setiap armada untuk melayani masyarakat selama perjalanan.

Program mudik gratis menggunakan kapal perang ini tidak hanya menawarkan solusi transportasi alternatif, tetapi juga menjadi bentuk pemanfaatan aset negara untuk kepentingan publik. Di tengah tantangan mobilitas jutaan orang setiap musim Lebaran, langkah ini menunjukkan bahwa inovasi transportasi tidak selalu harus datang dari sektor sipil semata.

Namun demikian, keberlanjutan program semacam ini tetap bergantung pada koordinasi lintas lembaga dan kesiapan infrastruktur pelabuhan. Jika dikelola secara konsisten, pelayaran mudik gratis berpotensi menjadi opsi transportasi yang lebih aman bagi pemudik, sekaligus membantu menekan risiko kecelakaan di jalur darat yang kerap meningkat saat musim Lebaran.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait