Belanda Kembali Pulangkan 288 Artefak Bersejarah Milik Indonesia

Rabu, 25 September 2024

4555

Pengunggah: Wilna Liana Az Zahra

gambar-utama
Foto: Artefak bersejarah Indonesia (VOI).

News - Belanda baru-baru ini mengembalikan 288 artefak budaya yang bersejarah ke Indonesia, sebuah langkah penting dalam repatriasi warisan budaya yang diambil selama masa kolonial. 

Artefak-artefak tersebut, termasuk perhiasan emas dari Bali, patung-patung, senjata, dan tekstil, telah disimpan selama bertahun-tahun di museum Belanda. 

Pengembalian ini dilakukan sebagai hasil dari kerja sama diplomatik antara Indonesia dan Belanda, yang dituangkan dalam nota kesepahaman atau MoU sejak 2017.

Artefak yang dikembalikan kali ini banyak berasal dari peristiwa Perang Puputan di Bali pada 1906, di mana Belanda menjarah berbagai benda budaya dan spiritual Indonesia. 

Salah satu contoh yang menonjol adalah gelang emas dan hiasan rambut dari wilayah Badung serta giwang dari Tabanan yang merupakan hasil rampasan perang. 

Selain itu, terdapat juga empat patung Hindu-Buddha yang dikembalikan, yaitu patung Bhairava, Nandi, Ganesha, dan Brahma, yang diambil dari Jawa pada paruh pertama abad ke-19

Pemulangan objek budaya ini dilakukan di Wereldmuseum Amsterdam, tempat artefak tersebut disimpan dan dipamerkan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Hilmar Farid, sebagai perwakilan dari Pemerintah Indonesia dan didampingi perwakilan dari Komite Repatriasi Indonesia.

“Ini bukan sekadar tentang mengembalikan benda-benda Sejarah, tetapi juga memahami dan menyebarkan pengetahuan tentang kekayaan sejarah, dan budaya yang telah lama terpisah dari Tanah Air,” ungkap Hilmar Farid, dalam keterangannya pada (22/09), dikutip dari Antara.

Selain sebagai bentuk tanggung jawab moral, Belanda juga menunjukkan niat untuk melanjutkan studi provenans, yakni penelitian asal-usul kepemilikan artefak untuk memastikan keaslian setiap benda yang dikembalikan.

Proses repatriasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia akan kekayaan sejarah dan budaya mereka, serta memberikan akses bagi publik untuk melihat benda-benda tersebut, yang rencananya akan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia mulai bulan Oktober 2024.

"Pameran ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk melihat langsung artefak-artefak bersejarah yang telah kembali ke Indonesia, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran dan apresiasi terhadap perjuangan dan kerja keras Indonesia dalam memulihkan warisan budayanya," ujar Hilman menambahkan.

Langkah ini tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik antara kedua negara, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga dan menghormati warisan budaya bangsa-bangsa yang pernah dijajah.

 

(Wil/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait