Brimob yang Tembak Mati Warga di Tambang Emas Minahasa dalam Proses Penyelidikan

Rabu, 12 Maret 2025

1980

Pengunggah: Nur Rizka Salsabila

gambar-utama
Konferensi Pers Polda Sulut (kompas).

News - Insiden penembakan yang terjadi di tambang emas Ratatotok, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, berujung pada pemeriksaan delapan anggota Brimob Polda Sulut.

Mereka diduga terlibat dalam penembakan yang menewaskan seorang warga dan melukai dua lainnya, Senin (10/3) dini hari.

Diketahui, korban tewas bernama Fedeo Tongkotow, sementara dua korban lainnya mengalami luka akibat bentrokan yang terjadi sekitar pukul 02.00 WITA.

Menanggapi hal tersebut, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Bahagia Dachi menjelaskan bahwa bentrokan terjadi di tambang emas Perkebunan Alason, Kecamatan Ratatotok.

Peristiwa ini bermula ketika sekelompok warga mendatangi lokasi dengan membawa senjata tajam, seperti samurai, parang, dan senapan angin.

Menurut kepolisian, kelompok tersebut diduga berniat mengambil hasil tambang secara paksa.

"Kedatangan mereka diduga untuk melakukan pencurian dan mengambil secara paksa hasil tambang. Ini bukan pertama kalinya terjadi," ujar Dachi, Selasa (11/3).

Saat massa mendekati lokasi, delapan anggota Brimob yang berjaga di sana melepaskan tembakan peringatan. Namun, peringatan itu tidak dihiraukan, hingga akhirnya terjadi bentrokan yang menyebabkan satu korban tewas dan dua lainnya terluka.

Tak lama setelah penembakan, situasi semakin memanas. Massa yang marah melakukan perusakan dan pembakaran fasilitas tambang, di antaranya:

- 1 unit camp pekerja
- 2 unit sepeda motor
- 1 unit mobil double cabin
- Material karbon yang mengandung emas dijarah

Sampai saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan oleh tim Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Polda Sulut.

Di sisi lain, delapan anggota Brimob yang bertugas di lokasi saat insiden terjadi telah ditahan di Mapolda Sulut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Saat ini kedelapan anggota tersebut telah ditempatkan secara khusus di Mapolda Sulut. Jika terbukti melanggar prosedur, hukuman tegas akan dijatuhkan," tegas Wakapolda Sulut.

Sejumlah senjata api yang digunakan saat kejadian juga diamankan sebagai barang bukti, di antaranya:

- 5 pucuk senjata laras panjang AK-101
- 1 pistol HS H174570 dengan 8 butir amunisi
- 1 revolver dengan 19 butir amunisi
- 1 CZP-10 cal 9×19 mm dengan 6 butir amunisi tajam

Tim Bidlabfor Polda Sulut akan melakukan uji balistik untuk memastikan apakah proyektil yang menewaskan Fedeo Tongkotow berasal dari salah satu senjata tersebut.

Selain itu, Polda Sulut meminta masyarakat tetap tenang dan menunggu hasil penyelidikan resmi.

"Mohon masyarakat bersabar agar kami bisa menyelidiki kasus ini secara maksimal," ujar Wakapolda.

Polda Sulut juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan bahwa jika ada pelanggaran prosedur dalam penggunaan senjata api, kepolisian akan menindak tegas anggotanya.

 

(Sab/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait