Dari Gelombang ke Gelombang, 7 ABK Indonesia Berjuang untuk Pulang
Rabu, 15 Oktober 2025
Pengunggah: Redaksi
Sudah lebih dari tiga bulan, tujuh anak buah kapal (ABK) asal Indonesia terombang-ambing di Perairan Myanmar. Mereka merupakan awak kapal MT Shi Xing, yang saat ini hidup dalam ketidakpastian - tanpa gaji, tanpa kepastian nasib, dan hanya berpegang pada harapan agar dapat segera kembali ke tanah air.
Dalam rekaman video dan surat terbuka yang ditujukan kepada KBRI Yangon, dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, para ABK menyampaikan permohonan agar segera dievakuasi dengan suara bergetar. “Kami memohon agar secepatnya kami dievakuasi. Mohon perlindungannya, Pak,” ucap Riski, selaku chief engineer.
Mereka menjelaskan sudah selama tiga bulan ini tidak menerima gaji, dan informasi terkait kapal yang dijanjikan untuk masuk perbaikan pun tidak pernah jelas.
“Selama tiga bulan, kami hanya dijanjikan. Kami sudah sangat berharap, tapi tidak pernah ada kejelasan,” ujar mereka. Situasi itu yang memperburuk dan mengguncang kondisi mental serta fisik mereka.
Salah satu ABK menceritakan kisah pilu yang menggambarkan bagaimana beratnya keadaan selama di atas kapal. “Asam lambung saya naik-turun, kadang tengah malam saya sendiri di bawah mau tumbang, mau pingsan. Persediaan obat sudah habis. Untuk bertahan hidup, saya hanya andalkan air kunyit yang saya seduh dengan gula merah. Itu saja yang bisa saya lakukan untuk obati maag akut saya,” ujar Sukli, salah satu ABK.
Kini, di tengah laut asing, mereka hanya memiliki harapan agar pemerintah dan rakyat Indonesia bisa mendengarkan jeritan mereka. “Kami mohon dipulangkan secepatnya, bukan hanya saya, tapi juga kawan-kawan saya yang lain di atas kapal ini. Kalau bisa, gaji kami juga dibayarkan, karena keuangan kami sudah tidak ada lagi,” tambah Sukli.
Kisah dari tujuh ABK ini menjadi pengingat bahwa di balik lautan luas dan gelombang tinggi, ada warga Indonesia yang masih berjuang untuk bisa pulang. Harapan mereka sangatlah sederhana, bisa menjejakkan daratan, memeluk keluarga tersayang, dan kembali hidup dengan tenang di tanah air sendiri.
Penulis: Radhwa Larasati Tetuko
Editor: Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman memilih meninggalkan ruang sidang saat pembacaan putusan sela s...
NewsSelasa, 04 Februari 2025
Entertainment - Mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) secara tegas membantah tudingan mengenai...
NewsRabu, 24 Juli 2024
Libur Lebaran kerap identik dengan perjalanan jauh dan biaya besar. Namun, bagi warga Tangerang Selatan dan sekit...
NewsSelasa, 24 Maret 2026
News - Semakin kesini, populasi manusi terus meningkat seiring bertambahnya usia bumi. Ada beberapa negara denga...
NewsSabtu, 13 Juli 2024
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah Kejaksaan Agung mengungkap dugaan penyi...
NewsRabu, 17 Juni 2026
News – Mantan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, resmi didakwa melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh P...
NewsSelasa, 23 September 2025
Kondisi satwa liar global tengah berada di titik yang mengkhawatirkan. Laporan Living Planet Report menunjukkan p...
NewsSenin, 06 April 2026
Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai menyoroti dugaan perubahan aliran Kali Ciputat yang disebut-sebut terjadi...
NewsMinggu, 03 Mei 2026
News – Jurnalis Indonesia, Patsy Widakuswara, kembali jadi sorotan publik international usai menggugat Donald T...
NewsRabu, 27 Agustus 2025
Jakarta - Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI), sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi di lingkun...
NewsSenin, 23 Oktober 2023