Evaluasi Program MBG Mengemuka, Dapur yang Tak Prioritaskan Bumil dan Balita Terancam Ditutup
Rabu, 27 Mei 2026
Pengunggah: Redaksi
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan aturan baru yang mewajibkan setiap dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melayani minimal 300 penerima manfaat dari kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai melakukan evaluasi serius terhadap implementasi program yang selama ini digadang sebagai solusi penanganan stunting dan perbaikan gizi nasional.
Lewat Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2026, BGN menegaskan bahwa dapur MBG yang tidak memenuhi ketentuan tersebut terancam dikenai sanksi administratif hingga penghentian sementara operasional. Bahkan, mitra pengelola SPPG bisa kehilangan insentif harian sebesar Rp6 juta apabila tetap mengabaikan pelayanan terhadap kelompok 3B.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dadang Hendrayuda, menyebut kebijakan itu lahir setelah banyak ditemukan dapur MBG yang belum memprioritaskan kelompok paling rentan mengalami masalah gizi. Dalam sejumlah inspeksi lapangan, masih ada SPPG yang hanya melayani kurang dari 100 penerima manfaat dari kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Padahal, sejak awal program MBG dirancang bukan sekadar menyediakan makanan gratis, melainkan menjadi intervensi strategis untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan. Karena itu, fokus terhadap kelompok 3B dinilai menjadi indikator penting keberhasilan program.
Langkah BGN memberi ancaman suspend mayor terhadap dapur yang melanggar juga memperlihatkan bahwa pemerintah tak lagi ingin program MBG berjalan sebatas formalitas administratif. Evaluasi kini diarahkan pada ketepatan sasaran dan efektivitas distribusi manfaat.
Di sisi lain, kebijakan ini memunculkan pertanyaan baru mengenai kesiapan infrastruktur dan kapasitas dapur MBG di berbagai daerah. Tidak sedikit pengelola SPPG yang selama ini menghadapi keterbatasan data penerima manfaat, distribusi logistik, hingga minimnya pendampingan teknis di lapangan. Jika pengawasan diperketat tanpa dibarengi pembenahan sistem, ancaman sanksi dikhawatirkan justru memperlambat pelayanan.
Meski begitu, BGN memastikan pengelola tetap diberi ruang klarifikasi sebelum sanksi dijatuhkan. Mulai 2 Juni 2026, seluruh dapur MBG diwajibkan mematuhi aturan baru tersebut dan melaporkan capaian pelayanan kelompok 3B secara berkala.
Kebijakan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk membuktikan bahwa program MBG bukan hanya proyek populis, tetapi benar-benar berpihak pada kelompok yang paling membutuhkan perlindungan gizi. Jika implementasinya konsisten dan pengawasannya tepat, program ini berpotensi menjadi fondasi penting dalam upaya menciptakan generasi yang lebih sehat dan bebas stunting.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News - Rumah dan tanah merupakan aset berharga yang dapat diwariskan kepada ahli waris. Berdasarkan Pasal 505 Kit...
NewsSenin, 17 Maret 2025
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, pembentukan tim tersebut menjadi langkah strategis untuk melakukan penilai...
NewsRabu, 04 Februari 2026
Jakarta - Youth Ranger Indonesia (YRI) berhasil menggelar Youth Potential Festival 2023 dalam rangka memperingati...
NewsSenin, 21 Agustus 2023
News - Sejumlah warga Kelurahan Sukmajaya, Depok, menggelar aksi protes menolak penggunaan mesin pembakar sampah ...
NewsSenin, 23 Desember 2024
Gowa - Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Sulawesi Selatan menggelar Merdeka Mengabdi di Desa Rannaloe, Kec. Bungaya...
NewsSelasa, 20 Agustus 2024
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan aturan ...
NewsRabu, 27 Mei 2026
News - Pulau Lombok masih menjadi salah satu pulau yang terus melestarikan tradisi dan budaya untuk terus diopti...
NewsKamis, 15 Agustus 2024
News - Akun Instagram resmi Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka, sempat jadi bahan omongan di Medi...
NewsKamis, 05 Juni 2025
Entertainment - Mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) secara tegas membantah tudingan mengenai...
NewsRabu, 24 Juli 2024
News - Alfiansyah yang lebih dikenal sebagai Komeng, telah mengumumkan dirinya sebagai calon anggota Dewan Perwak...
NewsKamis, 15 Februari 2024