Fantastis! Jadi Segini Biaya yang Dihabiskan untuk Bangun IKN

Senin, 17 November 2025

2405

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber: katadata.co.id

Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan. Tidak hanya di dalam negeri, dunia internasional pun terus memperhatikan perkembangan mega proyek yang digadang-gadang akan menjadi simbol baru dari kemajuan Indonesia itu.

Sejak dimulai pada tahun 2022, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) telah menghabiskan dana fantastis. Berdasarkan pernyataan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, total dana yang telah terserap dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir 2024 mencapai sekitar Rp 89 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk berbagai proyek infrastruktur penting, mulai dari jalan tol, 47 menara hunian, sistem air minum, sanitasi, embung, kolam retensi, hingga perkantoran pemerintahan. Tak hanya itu, fasilitas keagamaan juga turut dibangun, seperti masjid, basilika, dan gereja.

“Pada tahap awal pembangunan IKN dari 2022 sampai dengan 2024, APBN telah menginvestasikan Rp 89 triliun,” ujar Basuki setelah menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Januari 2025 lalu yang dikutip dari cnbcindonesia.com

Menariknya, setelah Kementerian Keuangan tidak lagi menyampaikan pembaruan data serapan anggaran Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam konferensi pers bulanan APBN Kinerja dan Fakta, publik kini kesulitan mengetahui perkembangan detail realisasi anggaran terkini.

Terakhir kali data resmi dirilis pada Januari 2025, Kementerian Keuangan menyebut bahwa serapan anggaran IKN sepanjang 2024 mencapai Rp 43,4 triliun, atau setara 97,3% dari total pagu Rp 44,5 triliun. Secara total, realisasi serapan anggaran sejak awal pembangunan mencapai Rp 75,8 triliun, terdiri dari Rp 5,5 triliun (2022), Rp 27 triliun (2023), dan Rp 43,3 triliun (2024).

Sementara itu, untuk tahun 2025, pemerintah semula belum mengalokasikan anggaran khusus untuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, Presiden Prabowo akhirnya merestui penggunaan anggaran tahun jamak 2025–2029 sebesar Rp 48,8 triliun, guna memastikan proyek strategis ini tetap berjalan.

Langkah tersebut turut diperkuat dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025, yang menargetkan Nusantara menjadi Ibu Kota Politik Indonesia pada tahun 2028.

Dari total rencana pembangunan IKN yang mencapai Rp 466 triliun, pemerintah tidak sepenuhnya bergantung pada APBN. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pembiayaan proyek dibagi menjadi:

  • APBN: Rp 90,4 triliun
  • BUMN/BUMS: Rp 123,2 triliun
  • Skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha): Rp 252,5 triliun

Hingga kini, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) telah menerima komitmen investasi senilai Rp 225,02 triliun, dengan rincian Rp 66,3 triliun dari investasi swasta murni dan Rp 158,72 triliun melalui skema KPBU untuk pembangunan jalan, multi-utility tunnel, serta hunian di kawasan inti.

Meski begitu, perjalanan pembangunan IKN masih menghadapi sejumlah tantangan. Dalam laporan khusus The Guardian pada 29 Oktober 2025, media asal Inggris itu menyoroti bahwa proyek IKN tengah berupaya menyesuaikan diri dengan anggaran yang menyusut dan investasi asing yang belum sepenuhnya sesuai harapan.

Namun demikian, pemerintah tetap optimistis. Dengan visi besar untuk menghadirkan ibu kota modern, hijau, dan berkelanjutan, Nusantara diharapkan menjadi wajah baru Indonesia yang mencerminkan pemerataan pembangunan dan kemajuan bangsa.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait