Jakarta Diguyur Hujan Petir, BMKG Ingatkan Risiko Cuaca Ekstrem
Kamis, 05 Februari 2026
Pengunggah: Redaksi
Hujan lebat disertai petir mengguyur wilayah Jakarta sejak Rabu pagi (4/2/2026). Cuaca yang berlangsung intens ini bukan sekadar fenomena harian biasa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan deras yang terjadi merupakan bagian dari dinamika atmosfer skala luas yang berpotensi memicu cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Melalui akun resmi PPID BMKG, lembaga tersebut menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan dipengaruhi oleh kombinasi sejumlah faktor atmosfer. Salah satunya adalah menguatnya aktivitas Monsun Asia, yang ditandai aliran angin timur laut dari daratan Asia menuju wilayah maritim tropis Indonesia. Aliran angin ini membawa massa udara lembab yang menjadi bahan baku utama pembentukan awan hujan.
Tak hanya itu, indeks Cold Surge atau seruakan udara dingin dari Asia juga terpantau signifikan. Fenomena ini diperkuat oleh Cross Equatorial Northerly Surge (CENS), yakni aliran angin lintas ekuator yang bergerak dari belahan bumi utara ke selatan. Kombinasi tersebut mempercepat proses konvergensi udara, terutama di wilayah selatan Indonesia, termasuk Pulau Jawa.
BMKG juga mencatat aktifnya Gelombang Kelvin di wilayah Samudra Hindia Barat Lampung hingga Jawa. Gelombang atmosfer ini berperan memperluas dan mempercepat pembentukan awan hujan, sehingga curah hujan meningkat dengan cakupan wilayah yang lebih luas dan durasi lebih panjang.
Dalam prakiraannya, BMKG menyebut Jakarta berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada periode 3–5 Februari serta kembali berlanjut pada 6–9 Februari 2026. Beberapa wilayah lain di Jawa bahkan diperkirakan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, yang berisiko menimbulkan genangan, banjir, hingga gangguan aktivitas harian.
Selain hujan deras, potensi angin kencang dan petir juga menjadi perhatian. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat.
“Saat hujan petir, hindari berada di area terbuka. Saat angin kencang, jauhi pohon, bangunan, atau infrastruktur yang sudah rapuh,” tulis BMKG dalam pernyataan resminya.
Dengan kondisi atmosfer yang masih dinamis, masyarakat diimbau untuk rutin memantau informasi cuaca terkini dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Cuaca ekstrem bukan hanya soal hujan deras, tetapi juga kesiapsiagaan menghadapi risikonya.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News - Serangan drone Ukraina menghantam kilang minyak di Andreapol, Rusia, pada Rabu (29/1/2025).Sebagaimana dik...
NewsKamis, 30 Januari 2025
News - Mulai Januari 2025, pemerintah memberikan diskon tarif listrik sebesar 50% selama dua bulan pertama tahun ...
NewsRabu, 18 Desember 2024
Jakarta - Baru-baru ini instagram dihebohkan dengan salah satu feed yang menceritakan adanya kasus pelecehan sek...
NewsKamis, 22 Juni 2023
Upaya menjaga kelestarian alam kembali menjadi perdebatan ketika bersinggungan dengan hak-hak Masyarakat Adat. Se...
NewsSelasa, 14 Juli 2026
Jakarta - Dalam upaya mempelopori pemuda yang lebih sadar akan keberagaman agama, Masjid Istiqlal melalui Pendidi...
NewsRabu, 18 Oktober 2023
Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang Selatan pada Kamis (22/1/2025) kembali menyisakan persoalan klasik. Jal...
NewsSabtu, 24 Januari 2026
News - Australia dilaporkan berencana untuk mengakui negara Palestina segera, atau dalam hitungan hari. Pengakuan...
NewsSenin, 11 Agustus 2025
Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi sorotan. Bukan tentang gedung megah atau teknologi smart city yang tel...
NewsJumat, 07 November 2025
News - Riza Chalid, tersangka kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (2018–2023...
NewsSenin, 21 Juli 2025
News - Harapan memperbaiki ekonomi keluarga justru berujung tragis bagi Ihwan Sahab (28), warga Kelurahan Kebalen...
NewsJumat, 18 April 2025