Menteri Energi Israel Putus Pasokan Listrik ke Gaza

Senin, 10 Maret 2025

2460

Pengunggah: Siti Aisah

gambar-utama
Foto: Kondisi Gaza (Anadolu Ajansi).

News - Menteri Energi Israel, Eli Cohen, memerintahkan penghentian total pasokan listrik ke Jalur Gaza, Palestina.

Langkah ini diambil seminggu setelah Israel memblokir seluruh bantuan ke wilayah yang masih dilanda konflik tersebut.

"Saya baru saja menandatangani perintah untuk segera menghentikan pasokan listrik ke Gaza," ujar Cohen dalam sebuah pernyataan video, dikutip dari AFP, Senin (10/3/2025).

Lebih lanjut, Eli menegaskan bahwa Israel akan menggunakan segala cara untuk menekan Hamas serta memastikan kelompok itu tidak lagi berkuasa di Gaza setelah perang berakhir.

Keputusan ini mengingatkan pada awal perang, ketika Israel pertama kali memberlakukan pengepungan total, termasuk pemutusan pasokan listrik.

Padahal, satu-satunya jaringan listrik dari Israel ke Gaza menopang operasional pabrik desalinasi utama yang memasok air bersih bagi lebih dari 600 ribu warga Gaza.

Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, sambungan listrik ke pabrik itu sempat terputus hingga akhirnya dipulihkan pada Juli 2024.

Namun, akibat kerusakan infrastruktur yang parah, pabrik baru bisa kembali beroperasi pada Desember 2024.

Krisis ini semakin diperparah setelah Israel akhir pekan lalu memutuskan untuk menghentikan pengiriman bantuan ke Gaza.

Hal tersebut dilakukan agar dapat menekanHamas untuk menerima persyaratan Israel terkait perpanjangan gencatan senjata, yang sebelumnya telah berlangsung lebih dari 15 bulan.

Meskipun Israel menginginkan perpanjangan hingga April, Hamas menuntut transisi ke tahap berikutnya, yang bertujuan untuk mengakhiri perang secara permanen.

Hamas mengecam penghentian bantuan sebagai "hukuman kolektif" yang melanggar hukum internasional, serta memperingatkan dampaknya terhadap sandera Israel yang masih berada di Gaza.

Dari total 251 sandera yang ditahan Hamas sejak serangan 7 Oktober 2023, sebanyak 58 orang masih berada di Gaza. Militer Israel mengonfirmasi bahwa 34 di antaranya telah tewas.

Di tengah negosiasi yang buntu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memperingatkan Hamas akan "konsekuensi yang tak terbayangkan" jika kelompok itu tidak segera membebaskan para sandera.

Media Israel melaporkan bahwa pemerintahnya tengah merancang strategi baru untuk menekan Hamas, termasuk memutus total pasokan listrik dan meningkatkan intensitas serangan ke wilayah Gaza utara.

Sejak perang dimulai, Israel menerapkan pengepungan penuh terhadap Gaza, membatasi akses terhadap air, listrik, dan bahan pangan. Namun, gencatan senjata sebelumnya sempat membuka peluang bagi masuknya bantuan kemanusiaan. Kini, dengan ketegangan yang kembali meningkat, masa depan Gaza kian tidak menentu.

 

(Nok/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait