Merasa Ilmunya Lebih Dihargai, Banyak Mahasiswa Lebih Pilih Pindah ke Singapura
Sabtu, 15 Juli 2023
Pengunggah: Redaksi
Jakarta - sejumlah mahasiswa mengaku ilmu yang didapatkannya selama mengeyam pendidikan di bangku kuliah lebih diakui di negara tetangga ketimbang di negara sendiri.
Negara yang dirasa mengakui keilmuwan para mahasiswa tersebut salah satunya adalah Singapura. "Ilmu kita di sini lebih dihargai, jadi lebih baik di sini," ujar salah satu ahli IT yang enggan disebutkan namanya.
Membenarkan akam hal tersebut, Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Silmy Karim menyebutkan memang benar faktanya bahwa banyak Warga Negara Indonesia (WNI) pindah menjadi warga negara Singapura.
Lebih lanjut, Silmy memperkirakan jumlahnya mencapai sekitar 1.000 orang per tahun. Padahal Indonesia tengah bersaing dengan negara lain untuk merebut orang-orang pintar.
"Saya lupa kalau enggak 100, 1.000 orang mahasiswa Indonesia di Singapura menjadi warga negara Singapura setiap tahun. Bersaing kita rebut orang-orang hebat, pintar," katanya dalam Festival Gen Z 2023 by CentennialZ, Minggu (9/7/2023).
Merespon hak tersebut, Komisi X DPR menyinggung perbedaan gaji antara di Tanah Air dengan Singapura.
"Mereka khawatir ketika mereka sudah mendapatkan gelar S2 atau S3 atau berapa pun, pulang ke Indonesia dapat gajinya UMR itu," ujar Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf kepada wartawan, Minggu (9/7/2023).
Tak hanya itu, Dede sapaan akrabnya sering mendengarnya langsung dari mahasiswa yang berada di luar negeri. Untuk itu, Dede menyarankan harus ada kontrak di beasiswa agar mahasiswa usai menyelesaikan pendidikannya, diwajibkan balik ke Indonesia.
"Kalau beasiswa LPDP misalnya, itu kami meminta agar harus ada kontrak kerja jadi bukan hanya sekedar melempar orang kuliah di luar," imbuh Dede.
"Tapi disusul juga dengan kontrak kerja seandainya mereka lulus, mereka langsung ditempatkan bekerja di kantor-kantor pemerintahan lembaga-lembaga negara," tambahnya.
Mahasiswa RI di luar negeri butuh kepastian. Dede mencontohkan nantinya mahasiswa tersebut bisa bekerja di BUMN ataupun kementerian.
"Butuh keseriusan dari pihak pemerintah karena selama ini beasiswa (yang) diberikan tapi tidak ada kontrak kerja," tutupnya.
(Hdr/Agm)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News — Sebuah mobil jenis sedan hangus terbakar di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat, pada Jumat (20/...
NewsJumat, 20 Desember 2024
Langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) membekukan izin lingkungan 80 unit usaha tambang batu bara dan nikel m...
NewsSabtu, 28 Februari 2026
Direktur The Voice of Istiqlal (Voist), Mulyono Lodji, menerima Penghargaan Duta Besar Jepang di Indonesia Tahun ...
NewsKamis, 25 Juni 2026
News - Akibat melanggar etik berat terkait batas usia minimal Calon Wakil Presiden (Cawapres), Majelis Kehormatan...
NewsSelasa, 07 November 2023
News – Amerika Serikat (AS) memperkuat upaya diplomasi dengan mitra-mitra regionalnya dalam meredakan krisis ya...
NewsSelasa, 05 November 2024
News - Dua video monolog yang diunggah Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka di channel YouTube dan I...
NewsKamis, 24 April 2025
Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) sebagai tersangka korporasi, bersama ...
NewsMinggu, 27 September 2026
News - Menjelang hari raya Idul Fitri 1445, masyarakat Indonesia berbondong-bondong mudik dari perantauan menuju...
NewsSenin, 01 April 2024
News - Presiden Prabowo Subianto disebut segera mengumumkan pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional (DKBN)...
NewsRabu, 03 September 2025
News — Tiga hari pascagempa sebesae 4,9 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, ratusa...
NewsSelasa, 08 Juli 2025