Dua Oknum TNI yang Keroyok Warga di Serang hingga Tewas Ditetapkan Sebagai Tersangka
Senin, 21 April 2025
Pengunggah: Ahmad Ardiansyah
News – Dua prajurit aktif dari Korem 064/Maulana Yusuf resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap warga sipil himgga tewas. Korban, Fahrul Abdilah (29), meninggal dunia usai sempat koma selama beberapa hari di RSUD Banten.
Komandan Korem 064/MY, Brigjen TNI Andrian Susanto, menyampaikan bahwa kedua oknum prajurit TNI tersebut telah ditahan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh Denpom III/4 Serang.
"Per tanggal 18 April kemarin, dua anggota kami resmi ditetapkan sebagai tersangka dan kini dalam penahanan untuk proses hukum lebih lanjut," ujar Andrian di Makorem, Kota Serang, Senin (21/4/2025).
Diketahui, dua prajurit tersebut berinisial Pratu MI dan Pratu FS, yang berdinas di Denma Korem 064/Maulana Yusuf. Mereka diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan bersama dua warga sipil lainnya.
"Proses hukum akan kami jalankan secara transparan. Jika terbukti bersalah, mereka akan menerima hukuman sesuai aturan militer yang berlaku," tegas Brigjen Andrian.
Aksi pengeroyokan itu terjadi pada Selasa dini hari (15/4), di Jalan Ahmad Yani, Kota Serang, tepat di depan salah satu kantor bank. Saat itu, korban sedang nongkrong bersama beberapa temannya.
Fikar Zulkarnain, kakak korban, menuturkan bahwa adiknya dikeroyok oleh sekelompok orang tak dikenal yang datang tiba-tiba ke lokasi.
"Adik saya lagi nongkrong. Tiba-tiba ada temannya yang datang dan langsung diikuti orang. Dari situlah mulai ricuh dan terjadi pengeroyokan," ujar Fikar.
Korban sempat dirawat intensif selama tiga hari sebelum akhirnya meninggal dunia pada Jumat (18/4). Jenazahnya kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Sajira, Lebak.
Sementara itu, dua warga sipil yang diduga ikut dalam pengeroyokan telah diamankan Polresta Serang Kota. Mereka berinisial MS (24) dan JH (24).
Pihak TNI menyatakan komitmennya untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu, termasuk terhadap anggotanya sendiri.
"Kami tidak akan menutup-nutupi. Prosesnya akan kami pastikan berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tandas Brigjen Andrian.
(Ard/Far)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Komitmen pemerintah memperkuat tata kelola hutan kembali ditegaskan. Di tengah meningkatnya bencana hidrometeorol...
NewsKamis, 26 Februari 2026
News - Pelaku berinisial GDA berhasil raup keuntungan miliaran rupiah bahkan ratusan miliar setelah berhasil meni...
NewsSabtu, 18 November 2023
Surabaya - Mahasiswi Teknik Lingkungan Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (Jatim) Nur Laili Al...
NewsSelasa, 22 Agustus 2023
News - Perusahaan ritel minimarket seperti Alfamart dibuat geram dengan maraknya Juru Parkir yang masih berkeliar...
NewsKamis, 16 Mei 2024
News - Dua tahun pascagempa dahsyat 2023, ribuan warga di pegunungan Atlas, Maroko, masih bertahan hidup di tenda...
NewsRabu, 17 September 2025
News - Saat Hamas menyerang 22 lokasi di Israel Selatan 7 Oktober lalu, media-media barat pro-Israel membingkai...
NewsKamis, 19 Oktober 2023
News - Sobat Youtz, tepat hari Senin, tanggal 1 Oktober 2024 kemarin baru saja dilaksanakan pelantikan anggota De...
NewsJumat, 04 Oktober 2024
News - Dunia dihebohkan dengan kembalinya 3 astronot yang sempat terjebak di luar angkasa dan nyaris dikabarkan h...
NewsJumat, 29 September 2023
JAKARTA – Dalam rangka mengkampanyekan kebersihan yang telah berlangsung selama 1 bulan, mulai dari Agustus hi...
NewsSelasa, 19 September 2023
News — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal kemacetan parah yang melumpuhkan kawasan Tanjung Prio...
NewsSabtu, 19 April 2025