Warga P4lestina di G4za Makin Kelaparan, 15 Truk Bantuan Kemanusiaan Dijarah
Sabtu, 24 Mei 2025
Pengunggah: Redaksi
News - 15 truk bantuan kemanusiaan milik Program Pangan Dunia (WFP) dijarah pada Kamis malam (22/5/2025), saat hendak mengantarkan suplai makanan ke toko-toko roti di Jalur Gaza.
WFP menyatakan, penjarahan terjadi karena rasa frustrasi dan ketakutan masyarakat terhadap blokade berkepanjangan yang diberlakukan Israel sejak awal Maret lalu.
Blokade tersebut membatasi total pasokan pangan dan obat-obatan ke Gaza, dan membuat distribusi bantuan kemanusiaan terhambat.
“Kelaparan dan keputusasaan membuat situasi jadi tidak aman,” ungkap pernyataan resmi WFP yang dikutip Washington Post.
“Kami butuh dukungan Israel untuk mempercepat, memperbanyak, dan mengamankan distribusi bantuan.”
Meski tekanan internasional meningkat, Israel baru-baru ini hanya mengizinkan sebagian kecil truk bantuan masuk ke Gaza.
Pada Rabu (21/5), 90 truk dikabarkan masuk membawa tepung, makanan bayi, dan suplemen gizi, jumlah yang disebut sebagai kiriman pertama dalam 80 hari terakhir. Sehari setelahnya, 107 truk masuk lagi.
Namun bagi banyak organisasi kemanusiaan, angka tersebut jauh dari cukup. Mereka menyebut Gaza setidaknya butuh 500 truk bantuan per hari untuk menjawab kebutuhan minimum penduduk.
Menurut International Rescue Committee, bantuan pekan ini “bahkan belum menyentuh permukaan kebutuhan dasar.”
Data lain yang didukung PBB menyebut satu dari lima warga Gaza kini berada di ambang kelaparan.
Israel berdalih, blokade ini merupakan bagian dari strategi militer untuk menekan Hamas agar menyerah dan membebaskan 58 sandera yang masih mereka tahan.
Namun sejauh ini, baik blokade maupun serangan militer belum menghentikan perlawanan Hamas. Tapi sebaliknya, justru membuat warga sipil jadi korban utama.
Kementerian Kesehatan Palestina mencatat, lebih dari 53.800 jiwa tewas akibat serangan Israel sejak Oktober 2023. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Angka ini belum termasuk jenazah yang masih tertimbun reruntuhan atau dikubur tanpa proses medis.
Beberapa organisasi bantuan mengeluhkan minimnya perlindungan dari otoritas Israel dalam proses distribusi. Meski militer Israel mengklaim telah menargetkan penjarah dan memfasilitasi distribusi bantuan, kesaksian dari pengemudi truk dan pejabat PBB justru menyebut mereka dibiarkan tanpa pengamanan.
Situasi ini juga mulai mengguncang opini publik di dalam negeri Israel. Dukungan terhadap operasi militer di Gaza kian menurun.
Pada Jumat (23/5), ratusan warga Israel turun ke jalan, menuntut gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran sandera.
“Tidak ada keamanan dalam kelanjutan perang,” teriak salah satu demonstran. “Kalian tidak akan aman dengan menumpuk jenazah anak-anak,” sambung yang lain.
(Far/Tir)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Fenomena parkir liar di kawasan Monumen Nasional kembali menjadi sorotan publik. Di tengah upaya pemerintah menat...
NewsSabtu, 28 Maret 2026
News - Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2024 yang disuguhkan dengan seminar bedah buku “Mitos Vs F...
NewsMinggu, 27 Oktober 2024
Jakarta - Pemerintah resmi menetapkan libur Idul Adha 1443 Hijriah/2023 selama 3 hari, yaitu pada tanggal 29 Juni...
NewsRabu, 21 Juni 2023
News - Sebelum mundur dari Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Bambang Susantono meninggalkan pesan tersirat...
NewsRabu, 05 Juni 2024
News — Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri bersama Direktorat Siber Polda Metro Jaya...
NewsRabu, 21 Mei 2025
News - Selain terhadap Palestina, kekejaman Israel terus berlangsung ke sejumlah negara lainnya. Kini, Yaman yang...
NewsSelasa, 23 Juli 2024
News - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Tentara Nasional Indonesia (TNI), langit Monas di J...
NewsSabtu, 05 Oktober 2024
News - Bisa-bisanya seorang influencer parenting yang seharusnya menjadi teladan untuk menjaga dan mendidik anak...
NewsKamis, 01 Agustus 2024
Wajah sejumlah ruang publik di Tangerang Selatan perlahan berubah. Kawasan yang sebelumnya identik dengan lahan k...
NewsRabu, 27 Mei 2026
News – Pemerintah resmi menetapkan tanggalb18 Agustus 2025, sebagai hari libur nasional. Keputusan tersebut diu...
NewsJumat, 01 Agustus 2025