Pusat Data Nasional Kena Serangan Ransomware, Ini Paling Parah Sejak Tahun 2017
Rabu, 26 Juni 2024
Pengunggah: Himmatul Aliyah
Teknologi - Menurut Pratama Persadha, Ketua Lembaga Penelitian Keamanan Siber Indonesia, serangan siber terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) adalah yang paling parah sejak tahun 2017.
Serangan siber ini dalam bentuk ransomware braincipher, di mana cara kerjanya menyebabkan data sasaran terenkripsi sehingga akses informasi menjadi terbatas atau hilang.
Penyerang PDNS diduga berasal dari luar negeri dan mengajukan tuntutan senilai USD 8 juta atau sekitar Rp. 131,1 miliar.
Kronologi serangan siber ini terjadi dimulai dengan menonaktifkan fitur keamanan Windows Defender pada 17 Juni 2024 pukul 23.15 WIB.
Kemudian aktivitas malicious, seperti penghapusan sistem terjadi pada 20 Juni 2024 pukul 00.54 WIB.
Ini menyebabkan Windows Defender tidak dapat beroperasi sehingga berdampak terhadap 210 instansi pusat maupun daerah.
Seperti dilansir oleh datacenterdynamics, serangan siber ini adalah yang paling parah yang menimpa pemerintah Indonesia sejak tahun 2017 menurut Pratama Persadha.
“Gangguan pada Pusat Data Nasional dan waktu berhari-hari untuk memulihkan sistem membuat serangan ransomware ini luar biasa. Ini menunjukkan bahwa infrastruktur siber dan sistem server kami tidak ditangani dengan baik,” kata Persadha.
Serangan siber juga berdampak pada layanan digital untuk imigrasi dan izin tinggal. Meski begitu, pada tanggal 24 Juni, pelayanan imigrasi sudah kembali normal.
Samuel Abrijani Pangerapan, seorang Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan sejumlah layanan berangsur pulih usai gangguan serangan siber terhadap PDNS.
“Terdapat tiga layanan yang sudah berangsur pulih yaitu layanan keimigrasian sama layanan perizinan event Kemenkomarves ( Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi), layanan LKPP ( Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah),” kata Samuel dalam keterangan resmi Selasa (25/6) malam.
Hingga saat ini, pemerintah terus berupaya melakukan investigasi menyeluruh terhadap bukti-bukti forensik yang didapat sebagai upaya dalam pemulihan server PDNS secara bertahap usai terkena serangan siber.
(hmmtl/pndh)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Tech — Meta, induk WhatsApp, resmi mengumumkan pemblokiran lebih dari 6,8 juta akun yang terindikasi melakukan ...
TechSelasa, 12 Agustus 2025
Teknologi - Sejumlah perusahaan media besar di Kanada, termasuk CBC/Radio-Canada, Postmedia, Metroland, Toronto S...
TechSenin, 02 Desember 2024
Teknologi - Kamu mungkin penasaran setelah lama bermain di sosial media dan merasa punya reputasi yang ku...
TechSelasa, 18 Juli 2023
Tech - Konsorsium investor yang dipimpin oleh Elon Musk mengajukan penawaran senilai USD 97,4 miliar atau sekitar...
TechSelasa, 11 Februari 2025
Teknologi - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) berhasil takedown 3.000 situs judi online setiap hari...
TechSelasa, 12 September 2023
Teknologi - Judi online di Indonesia makin merajala, berbagai upaya untuk memberantasnya pun telah dilakukan ole...
TechSabtu, 10 Agustus 2024
Teknologi - Sebuah suku di pedalaman Amazon, Suku Marubo akhirnya dapat menikmati akses internet berkat Starlink....
TechRabu, 05 Juni 2024
Teknologi - Sebagai negara yang mengandalkan Internet dari Starlink dalam perang melawan Rusia, nasib Ukraina di...
TechSelasa, 28 Mei 2024
Teknologi - Badan Antariksa China tengah mengembangkan teleskop luar angkasa canggih yang digadang-gadang mampu m...
TechSenin, 24 Februari 2025
Teknologi - Sobat Youtz, pasti kamu tahu dong, seri iPhone terbaru yang baru saja rilis beberapa bulan lalu? Yup!...
TechJumat, 01 November 2024