Royale, Penemu HP Lipat Pertama di Dunia Resmi Gulung Tikar
Kamis, 21 November 2024
Pengunggah: Redaksi
Teknologi – Royole Technologies, pelopor teknologi ponsel layar lipat pertama di dunia, secara resmi dinyatakan bangkrut.
Hal diketahui usai Pengadilan Kota Shenzhen mengumumkan kebangkrutan perusahaan ini pada 18 November 2024 setelah menyelidiki kondisi keuangan Royole yang tidak mampu melunasi utang-utang mereka.
Kabar ini mengonfirmasi rumor yang telah beredar sejak pertengahan tahun.
Royole Technologies bersama anak perusahaannya, Royole Display Technology dan Royole Electronic Technology, mengajukan proses likuidasi kebangkrutan pada Mei 2024.
Kondisi keuangan yang memburuk menjadi faktor utama tumbangnya perusahaan yang sempat menjadi sorotan dunia teknologi ini.
Sebagaimana diketahui, Royole didirikan pada 2012 oleh Bill Liu dan mencatat sejarah pada 2018 dengan meluncurkan FlexPai, ponsel layar lipat komersial pertama di dunia.
Produk ini diperkenalkan sebagai inovasi terdepan dengan layar AMOLED 7,8 inci dan desain layar luar fleksibel.
Namun, terobosan tersebut gagal bertahan dalam persaingan pasar, terutama menghadapi dominasi vendor seperti Samsung dan Huawei yang terus mengembangkan teknologi serupa dengan lebih matang.
Selain FlexPai, Royole juga dikenal melalui inovasi-inovasi lain seperti layar fleksibel tertipis di dunia, dasbor mobil berbasis elektronik fleksibel, hingga papan tulis pintar berbasis sensor fleksibel.
Bahkan, perusahaan ini pernah berkolaborasi dengan Louis Vuitton untuk menciptakan tas tangan berlayar fleksibel yang ikonik pada 2019.
Puncak kesuksesan Royole terjadi pada 2020, ketika mereka masuk peringkat 12 dalam daftar China New Economy Unicorn 200 dengan valuasi USD 6 miliar.
Sayangnya, kesuksesan tersebut tidak bertahan lama. Gagal bersaing di pasar global, ditambah tekanan finansial, memaksa Royole untuk menghentikan operasionalnya.
Royole adalah bukti nyata bahwa menjadi pionir tidak selalu menjamin keberlanjutan. Tanpa inovasi berkelanjutan dan strategi pasar yang tepat, sebuah perusahaan dapat kehilangan pijakan di tengah arus kompetisi teknologi yang semakin ketat.
Bagi dunia teknologi, tumbangnya Royole menjadi pelajaran penting bahwa status "pertama" tidak cukup tanpa kemampuan adaptasi dan keberlanjutan.
Bagi konsumen, cerita ini menambah deretan kisah kegagalan startup yang awalnya menjanjikan, namun tak mampu bertahan.
(Far/Tir)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Teknologi — Kamu memang harus pandai memandang arus perubahan zaman. Semakin hebatnya teknologi, secara...
TechKamis, 20 Juli 2023
Teknologi - Biasanya layar Handphone (HP) yang kita pakai terbuat dari bahan dasar kaca dan plastik dan hal itu t...
TechSenin, 08 Januari 2024
Tech – Ketika sebagian besar dunia masih berkutat di jaringan 4G dan 5G, China justru melompat jauh ke depan de...
TechKamis, 24 April 2025
Teknologi - Sebagai induk dari perusahaan Google, Alphabet harus menyetujui untuk membayar denda sebesar USD 350 ...
TechSenin, 12 Februari 2024
Tech - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menginvestigasi dugaan peretasan yang berpotensi men...
TechSelasa, 04 Februari 2025
Teknologi – Apple Inc., salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, mengajukan proposal investasi baru s...
TechJumat, 22 November 2024
Teknologi - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) berhasil takedown 3.000 situs judi online setiap hari...
TechSelasa, 12 September 2023
News - Secara resmi TikTok Shop kembali beroperasi melalui Tokopedia pada senin, (11/12/2023). Kali ini TikTok sa...
TechSenin, 11 Desember 2023
Teknologi - Kamu mungkin penasaran setelah lama bermain di sosial media dan merasa punya reputasi yang ku...
TechSelasa, 18 Juli 2023
Teknologi - Pemerintah mempercepat persiapan pembentukan Nuclear Energy Program Implementation Organization (NEPI...
TechSelasa, 17 Desember 2024