WhatsApp Blokir 6,8 Juta Akun Terindikasi Scam, Mayoritas di Asia Tenggara

Selasa, 12 Agustus 2025

3620

Pengunggah: Vina Triwardani

gambar-utama
Foto: Platform WhatsApp (retoria).

Tech — Meta, induk WhatsApp, resmi mengumumkan pemblokiran lebih dari 6,8 juta akun yang terindikasi melakukan penipuan sepanjang paruh pertama 2024.

Langkah tersebut disertai peluncuran fitur keamanan baru untuk melindungi pengguna dari undangan grup mencurigakan.

Diketahui, mayoritas akun yang ditindak terafiliasi kelompok kriminal terorganisir di Asia Tenggara. Modusnya beragam, mulai dari investasi kripto palsu, skema piramida, hingga jebakan ala Pig Butchering yang pernah marak di Indonesia.

Umumnya, aksi dimulai di aplikasi kencan atau media sosial sebelum berpindah ke WhatsApp, Telegram, hingga platform kripto.

Lebih lanjut, Meta mengungkap, sebagian pelaku kini memanfaatkan AI seperti ChatGPT untuk merangkai pesan penipuan.

“Biasanya korban dibujuk menyelesaikan tugas ringan, lalu diminta setor uang di muka dengan janji penghasilan tinggi. Itu harus jadi alarm bahaya,” tulis Meta.

Bekerja sama dengan OpenAI, WhatsApp baru-baru ini berhasil memutus jaringan scam asal Kamboja. Selain itu, WhatsApp meluncurkan Safety Overview (5 Agustus) yang otomatis memberi peringatan jika pengguna dimasukkan ke grup oleh nomor asing.

Selain itu, Meta juga menguji fitur baru yang memberi informasi tambahan saat pengguna hendak memulai chat dengan nomor tak dikenal.

Pengguna dianjurkan mengaktifkan verifikasi dua langkah, tidak membagikan kode keamanan, dan menolak tawaran investasi atau kerja instan yang mencurigakan.

 

(Vin/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait