Berdiri Sejak Zaman Kolonial, Ini Keistimewaan yang Jarang Diketahui dari Stasiun Tegal

Rabu, 13 Agustus 2025

3075

Pengunggah: Umi Khamilatul Fitriyah

gambar-utama
Foto: Stasiun Kota Tegal (wikipedia).

Travel — Kota Tegal yang dikenal dengan julukan Kota Bahari karena kekayaan hasil lautnya. 

Selain itu Kota Tegal ternyata juga dikenal sebagai daerah strategis pada era kolonial karena dilewati Jalan Raya Pos dan Jalur Kereta Api. 

Oleh karena itu, di kota ini dibangun stasiun kereta api untuk kebutuhan pengangkutan barang dan mobilitas penumpang.

Di era kolonial, sempat berdiri 2 buah stasiun di wilayah Kota Tegal  yang dibangun oleh perusahaan kereta api yang berbeda dan pada akhirnya dikelola oleh satu perusahaan namun hanya satu stasiun yang difungsikan secara maksimal.

Pembangunan Stasiun Tegal lama dimulai pada tahun 1885 lalu, dan diresmikan pada tanggal 17 November 1886 yang pada awal pengoperasiannya yakni sebagai stasiun trem Tegal–Balapulang milik Javasche Spoorweg Maatschappij (JSM). 

Kemudian, pada 16 September 1895, stasiun ini dibeli oleh maskapai perkeretaapian Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS).

Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kebutuhan, stasiun eks-JSM ini dinonaktifkan karena SCS membangun Stasiun Tegal baru di Slerok pada tanggal 1 Mei 1918.

Lokasinya berada di dekat Gedung Birao (Kantor Pusat SCS Tegal). Bangunan Stasiun Tegal dan Gedung Birao dirancang oleh arsitek yang sama yaitu arsitek terkenal berkebangsaan Belanda bernama Henri MacLaine Pont. 

Pasca kemerdekaan dan diambil alih oleh Indonesia, Stasiun Tegal selanjutnya dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) sampai sekarang. Tak luput dimakan waktu, Stasiun Tegal masih aktif dan setia melayani berbagai jurusan.

Stasiun Tegal memiliki ciri khas yaitu pemutaran lagu instrumental Gambang Semarang. Di stasiun ini terdapat enam jalur kereta api. 

Hingga kini, bangunan Stasiun Tegal dengan gaya khas Belanda tersebut masih terawat dengan baik dan tetap kokoh walau sudah berdiri selama ratusan tahun.

Perjalanan menuju Kota Tegal menggunakan kereta sekarang menjadi lebih nyaman karena PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghadirkan rangkaian Stainless Steel New Generation (SSNG) pada KA Gumarang relasi Surabaya Pasarturi–Pasarsenen (pp) mulai 15 Juli 2025 dan KA Tegal Bahari relasi Pasarsenen–Tegal (pp) mulai 16 Juli 2025. 

Kedua kereta tersebut kini tampil lebih modern dengan formasi eksekutif dan ekonomi New Generation.

 

(Umi/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait