Belajar ke-Bank Sentralan, Sejumlah Mahasiswa Ini Naik Angkot ke BI
Selasa, 02 Januari 2024
Pengunggah: Redaksi
Edukasi - Program Studi (Prodi) Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) melalui Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Hima Aksi) melaksanakan kunjungan ke Bank Indonesia (BI).
Adapun kegiatan yang dilakukan adalah belajar terkait ke-Banksentral-an, guna memberikan pemahaman kepada seluruh mahasiswa akuntansi Unusia.
"Kunjungan ke BI bertujuan untuk memberikan pembelajaran kepada seluruh mahasiswa akuntansi mengenai ke-Banksentral-an", ungkap Ilham Maula Ketua Hima Aksi.
Kegiatan tersebut dibungkus dalam bentuk "Bank Indonesia Ngobrol dengan Komunitas (BINGO)-Tugas, Peran dan Kebijakan Bank Indonesia", Selasa (2/1/2024).
Kegiatan dihadiri oleh 45 mahasiswa dan mahasiswi Prodi Akuntansi, di mana peserta naik angkot dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia ke Bank Indonesia. Mahasiswa didampingi oleh Muhammad Aras Prabowo dan Habsyah Fitri Aryani selaku Ketua dan Sekretaris Prodi Akuntansi Unusia.
"Kami sengaja naik angkot dari kampus ke BI sebagai bentuk pemberdayaan sopir. Dan sopir angkot juga bagian yang tidak bisa ditiadakan dalam kebijakan moneter Indonesia. Perlu ada perhatian pemerintah dan BI dalam keberlanjutan angkot di Indonesia melalui pemberian kurs", tegas Ilham.
Senada dengan hal tersebut, Muhammad Aras Prabowo, Ketua Prodi Akuntansi Unusia mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh oleh Hima Aksi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unusia.
"Kami pengelola Prodi Akuntansi mengapresiasi kegiatan Hima Akuntansi FEB Unusia. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa mengenai ke-Banksentral-an. Dan yang unik tadi, kita naik angkot ke BI, kemungkinan ini kali pertama angkot masuk BI", terang Aras.
Dalam acara tersebut, Bank Indonesia menghadirkan dua Narasumber untuk mengulas materi ke-Banksentral-an dan Sistem Pembayaran Non Tunai oleh Sobat Kristiana dan Sobat Yogi Setiawan.
Salah satu narasumber, Yogi dalam materinya menyampaikan berbagai inovasi yang dilakukan oleh BI dalam sistem pembayaran non tunai. Menurutnya, BI melakukan transformasi sistem pembayaran berdasarkan kemajuan teknologi.
"Indonesia sudah bekerja sama dengan berbagai negara di Asean dalam sistem pembayaran non tunai, salah satunya adalah Kris", terang Yogi.
Kegiatan berlangsung di aula pertemuan Bank Indonesia lantai 2. Kegiatan terdiri dari dua sesi, sesi pertama tentang ke-Banksentral-an dan sesi kedua soal Sistem Pembayaran Non Tunai.
(Frq/Tra)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Finance - Pemerintah memperbarui aturan terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) dari Sumber Daya Alam (SDA).Langkah ini...
FinanceRabu, 22 Januari 2025
Finance - Pertumbuhan ekonomi Indonesia seiring ditutupnya Kuartal I-2024 mengalami peningkatan yang cukup signif...
FinanceSenin, 06 Mei 2024
Finance - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menerima hasil perhitungan kerugian negara dalam kasus investa...
FinanceSenin, 28 April 2025
Finance - Jutaan para pekerja dan buruh terancam di Putus Hubungan Kerja (PHK) usai keluar peraturan baru terkait...
FinanceSabtu, 02 November 2024
Pernyataan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, kembali memantik diskusi publik mengenai kesenjangan p...
FinanceJumat, 27 Maret 2026
Finance - Ribuan buruh PT Sri Isman Rejeki Tbk (Sritex) berencana menggelar aksi damai di Jakarta, menyusul putus...
FinanceSelasa, 24 Desember 2024
Finance - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menutup kurang lebih 10.890 entitas ilegal, termasuk investasi bodon...
FinanceMinggu, 06 Oktober 2024
Finance - Bank Indonesia (BI) baru-baru ini resmi menetapkan besaran Merchant Discount Rate (MDR) QRIS se...
FinanceSenin, 17 Juli 2023
Langkah tegas Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menjadi sorotan setelah ia turun langsun...
FinanceMinggu, 08 Februari 2026
Edukasi - Program Studi (Prodi) Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) melalui Himpunan Mahasis...
FinanceSelasa, 02 Januari 2024