Perbandingan Gaji BUMN dan Menteri Jadi Sorotan Usai Pernyataan Jusuf Kalla
Jumat, 27 Maret 2026
Pengunggah: Redaksi
Pernyataan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, kembali memantik diskusi publik mengenai kesenjangan penghasilan pejabat negara dan pegawai badan usaha milik negara (BUMN). Dalam momen usai Salat Idulfitri di kawasan Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, JK menyinggung realitas yang selama ini kerap luput dari perhatian: gaji menteri yang relatif kecil dibandingkan sejumlah posisi di BUMN maupun legislatif.
“Gaji menteri itu cuma sekitar Rp19 juta. Kalau dipotong lagi, tinggal berapa yang diterima?” ujar JK, menyoroti wacana efisiensi anggaran yang turut menyasar belanja pejabat negara.
Pernyataan tersebut tidak berdiri di ruang hampa. Di tengah dorongan penghematan fiskal, pemerintah mulai membuka opsi pemangkasan gaji pejabat tinggi, termasuk menteri. Namun, menurut JK, kebijakan semacam itu perlu mempertimbangkan aspek proporsionalitas agar tidak menimbulkan ketimpangan baru, terutama jika dibandingkan dengan struktur penghasilan di sektor BUMN.
Secara normatif, gaji menteri memang telah diatur sejak lama. Berdasarkan regulasi yang masih berlaku, total gaji dan tunjangan menteri berada di kisaran Rp18,6 juta per bulan, belum termasuk fasilitas operasional. Angka ini relatif stagnan dan tidak mengalami penyesuaian signifikan dalam beberapa dekade terakhir.
Di sisi lain, lanskap pengupahan di BUMN berkembang lebih dinamis, mengikuti logika korporasi dan kompetisi pasar tenaga kerja. Di sejumlah perusahaan pelat merah seperti PT Pertamina Retail dan PT PLN (Persero), gaji karyawan bervariasi dari level staf hingga manajerial. Pada posisi tertentu, khususnya level manajemen menengah ke atas, penghasilan dapat melampaui gaji menteri.
Fenomena ini bahkan lebih mencolok di sektor perbankan milik negara seperti Bank Mandiri. Pada level eksekutif, gaji dapat menembus ratusan juta rupiah per bulan. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan sistem remunerasi antara birokrasi pemerintahan dan entitas bisnis yang dituntut menghasilkan profit.
Namun, di sinilah letak persoalan yang disorot JK: ketika pejabat publik dengan tanggung jawab strategis dalam pengambilan kebijakan negara menerima kompensasi yang jauh lebih rendah dibandingkan eksekutif korporasi negara, muncul pertanyaan tentang keadilan struktural dan daya tarik jabatan publik itu sendiri.
Wacana pemotongan gaji menteri juga mendapat respons dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyatakan dukungannya terhadap langkah efisiensi tersebut. Pernyataan ini mempertegas bahwa pemerintah tengah berada dalam fase pengetatan anggaran, meskipun konsekuensinya bisa memicu perdebatan lebih luas.
Di satu sisi, publik menuntut efisiensi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Namun di sisi lain, kebijakan yang tidak mempertimbangkan keseimbangan antar sektor berpotensi menciptakan paradoks: jabatan publik yang sarat tanggung jawab justru menjadi kurang kompetitif secara ekonomi.
Perdebatan ini pada akhirnya bukan sekadar soal angka, melainkan tentang bagaimana negara memposisikan nilai kerja, tanggung jawab, dan insentif dalam tata kelola pemerintahan dan ekonomi. Pernyataan JK membuka ruang refleksi bahwa reformasi penggajian tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh desain besar sistem remunerasi nasional secara lebih adil dan rasional.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Finance - Harus disadari bahwa mayoritas masyarakat Indonnesia menggunakan Gas LPG sebagai penunjang keperluan da...
FinanceSelasa, 27 Agustus 2024
Finance - Sengketa yang sudah lama bergulir akhirnya dapat dimenangkan oleh Pasangan Suami Istri (Pasutri) terhad...
FinanceRabu, 30 Oktober 2024
Finance - Jika ingin tahu salah satu alasan mengapa TikTok Shop resmi ditutup di Indonesia adalah dikarenakan pro...
FinanceJumat, 13 Oktober 2023
News – Adanya dugaan keterlibatan ratusan ribu penerima bantuan sosial (bansos) dalam aktivitas judi online bik...
FinanceRabu, 09 Juli 2025
Kasus penipuan online atau scam semakin hari kian mengkhawatirkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tota...
FinanceRabu, 12 November 2025
JAKARTA — PT Bank Maybank Indonesia Tbk membidik pertumbuhan bisnis melalui penguatan perdagangan domestik, pen...
FinanceKamis, 11 Juni 2026
Upaya membersihkan institusi pajak dari praktik penyimpangan kini memasuki babak baru. Menteri Keuangan Purbaya Y...
FinanceSenin, 26 Januari 2026
Finance - Baru-baru ini Pemerintah China membuat kebijakan terkait larangan ASN dan Pegawai BUMN dilarang memakai...
FinanceSabtu, 09 September 2023
Finance - Bank Indonesia (BI) baru saja merilis data terbaru soal utang luar negeri (ULN) Indonesia. Per April 20...
FinanceSenin, 16 Juni 2025
Finance — Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib memberikan apresiasi tinggi kepada PT Pertamina (Persero) atas r...
FinanceSenin, 02 Juni 2025